Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SUHU politik di Jawa Timur kian menghangat menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2018. Terlebih Partai Gerindra dan PKS mulai menjalin komunikasi untuk membangun koalisi.
Bila itu benar-benar terwujud, bisa dipastikan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul tidak akan melenggang sebagai calon tunggal gubernur Jatim. Wasekjen DPP Partai Gerindra Taufik Riyadi menyatakan pihaknya akan membuat poros baru untuk menghadapi Pilgub Jatim 2018.
"Kami melihat ada beberapa potensi yang bisa mempercepat pembangunan Jawa Timur contohnya Pak La Nyalla cukup besar, karena beliau bisa menjawab permasalahan yang ada di provinsi ini. Provinsi besar harus bisa dibangun dengan kekuatan ekonomi. Kami juga melihat Emil Dardak (Bupati Trengalek) memiliki prestasi dan terobosan," ujar Taufik dalam pernyataannya di Jakarta, akhir pekan ini.
La Nyalla pertama kali menyampaikan kesiapannya maju sebagai bakal cagub Jatim saat mengikuti acara Pemuda Pancasila di Kota Mojokerto, Jawa Timur, pekan lalu.
Dia mengaku akan maju melalui jalur Partai Gerindra, karena selain berposisi sebagai kader, ia pun salah satu pendukung ideologis Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Gerindra pun merespons niat La Nyalla tersebut. Apalagi, partai ini bertekad mengusung calon sendiri. Partai ingin mencarikan penantang bagi Gus Ipul, satu-satunya nama yang menyatakan diri siap maju dan diusung PKB.
"Provinsi sebesar ini kurang tepat bila cuma ada calon tunggal. Ada yang salah kalau Jatim hanya mengusung calon tunggal," tutur Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Ferry Juliantono, di sela acara Kadin Jatim di Surabaya, Senin (19/6) malam.
Selain nama La Nyalla, juga ada nama Ketua DPD Gerindra Jatim Soepriyanto dan Bupati Trenggalek Emil Dardak yang bakal dipertimbangkan. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved