Pemerintah Idealnya Perhatikan Status Dwi Kewarganegaraan Diaspora

Antara
01/7/2017 10:44
Pemerintah Idealnya Perhatikan Status Dwi Kewarganegaraan Diaspora
(ANGGOTA Komisi I DPR Bobby Rizaldi ---ANTARA/Muhammad Adimaja)

ANGGOTA Komisi I DPR Bobby Rizaldi meminta pemerintah memperhatikan status dwi kewarganegaraan diaspora agar bermanfaat apabila diberikan secara selektif, khususnya bagi perlindungan Warga Negara Indonesia.

"Momentum kehadiran Barack Obama dalam Kongres Diaspora Indonesia ke-4 seakan menegaskan status dwi kewarnegaraan ini akan bermanfaat apabila diberikan secara selektif sebagai perlindungan WNI khususnya anak-anak," katanya di Jakarta, Sabtu (1/7).

Seperti diberitakan sebelumnya, saat ini tengah dihelat Kongres Diaspora Indonesia ke-4 di Jakarta, Sabtu (1/7). Ketua Dewan Kehormatan Indonesia Diaspora Network Global (IDNG), Dino Patti Djalal mengatakan ajang yang menghimpun potensi masyarakat Indonesia yang menetap di mancanegara akan membantu ikut memajukan bangsa.

SEBANYAK 9.000 orang telah mendaftar untuk terlibat dalam Kongres Diaspora Indonesia ke-4 yang akan dihelat di Jakarta, Sabtu (1/7). Ketua Dewan Kehormatan Indonesia Diaspora Network Global (IDNG), Dino Patti Djalal mengatakan ajang yang menghimpun potensi masyarakat Indonesia yang menetap di mancanegara itu akan menjadi yang terakbar dan paling spesial

Lebih lanjut Bobby menjelaskan seseorang dengan status dwi kewarganegaraan masih memiliki
masalah dasar hukum perdata di Indonesia, juga dengan asas nasionalitas yang mengharuskan untuk tunduk pada ketentuan negara nasionalnya. "Oleh karenanya dwi kewarganegaraan saat ini perlu selektif dan diakomodasi," ujarnya.

Selain itu politisi Partai Golkar itu menilai Diaspora Indonesia dari gerakan sosial, sudah bergeliat menjadi gerakan hukum, sejak kongres pertamanya di Los Angeles. Proses itu menurut dia sudah maju yaitu Kementerian Luar Negeri Indonesia akan keluarkan kartu Diaspora sebagai identifikasi.

"Akan tetapi jangan malah diaspora ini dijadikan celah untuk menambah beban negara Indonesia," katanya. Bobby menilai pemerintah Indonesia harus secepatnya bersikap sehingga
kejadian seperti Archandra Tahar tidak terulang lagi dan makin banyak diaspora Indonesia yang bisa bermanfaat untuk negara dan berbakti pada bangsanya kembali.

Sebelumnya Ketua Board of Trustees Indonesian Diaspora Network Global (IDNG) Dino Patti Djalal mengatakan Presiden Amerika Serikat ke-44 Barack Obama akan menyampaikan pidato kunci di Kongres Diaspora Indonesia ke-4 (CID 4) pada Sabtu (1/7) di Kasablanka Hall, Kota Kasablanka, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan.

"Kami merasa terhormat dapat menyambut Presiden Obama kembali ke Jakarta untuk menyampaikan pidato keynote di Konvensi," kata Dino di Jakarta, awal dua pekan silam. Kongres keempat ini akan dilaksanakan selama empat hari, sejak Sabtu (1/6)dengan tema "Bersinergi Bangun Negeri".

Kongres tersebut akan dihadiri masyarakat Indonesia dari seluruh penjuru dunia untuk membahas berbagai isu ekonomi, sosial, dan budaya dengan tujuan meningkatkan kehidupan masyarakat Indonesia di maupun di luar negeri.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya