Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 9.000 orang telah mendaftar untuk terlibat dalam Kongres Diaspora Indonesia ke-4 yang akan dihelat di Jakarta, Sabtu (1/7). Ketua Dewan Kehormatan Indonesia Diaspora Network Global (IDNG), Dino Patti Djalal mengatakan ajang yang menghimpun potensi masyarakat Indonesia yang menetap di mancanegara itu akan menjadi yang terakbar dan paling spesial.
“Ini adalah kongres terbesar dalam sejarah kongres karena yang mendaftar sudah 9.000 orang, membludak. Ke depan tidak akan ada lagi yang sebesar ini karena banyak faktor dan kombinasi berbagai sektor,” kata Dino, Kamis (29/6).
“Banyak sekali chafter-chafter diaspora luar negeri yang hadir, bintang-bintang diaspora, dan spesialnya mantan Presiden (Amerika Serikat) Barack Obama juga datang. Semua kombinasi itu membuat kongres tahun ini menjadi begitu spesial,” kata dia.
Dino mengungkapkan, Dewan Eksekutif Diaspora berencana akan memberikan award kepada Presiden Joko Widodo. Setelah dibuka pukul 09.30 WIB, acara langsung berlanjut ke sesi khusu di mana mantan Presiden Obama akan menyampaikan pidato.
Dino mengatakan tujuan kongres ini simple. “Kan kita ada harta karun, ada bank otak, dalam bentuk diaspora Indonesia yang jumlahnya 6-8 juta orang, penuh potensi dan prestasi. Bagaimana supaya potensi yang luar biasa tersebut dapat bersinergi dengan pembangunan di Tanah Air, senergi yang dua arah,” kata dia.
Dihubungi terpisah, Shamsi Ali, President Nusantara Foundation, salah satu pembicara kongres, berharap dari kegiatan ini pemerintah Indonesia di satu sisi semakin memerhatikan diaspora, tetapi juga di sisi lain memperhitungkan potensi yang dimiliki diaspora untuk bangsa dan negara.
“Dengan konferensi ini diaspora semakin mampu membangun ikatan batin dengan negaranya atau negara asalnya,” ujar diaspora AS yang masuk jajaran 500 Muslim Paling Berpengaruh oleh Royal Islamic Strategic Studies Center di Yordania dan Universitas Georgetown itu.
Pembicara lain, Wona Sumantri, atlet pencak silat di American University, menyatakan siap menyumbangkan kontribusi untuk memajukan dunia periwisata Tanah Air.
Kongres Diaspora Indonesia adalah ajang yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali oleh IDNG. Jaringan ini dibentuk saat Kongres Diaspora indonesia yang pertama di Los Angeles, Amerika Serikat, pada 2012 lalu.
Pada peristiwa bersejarah tersebut, diaspora Indonesia mengeluarkan sebuah deklarasi dimana mereka berjanji untuk menjadi komunitas aktif yang merepresentasikan kekuatan kemajuan untuk meningkatkan sinergi mereka dengan Indonesia. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved