Lemkapi: Teror Sasar Polisi Akan Warnai Tren Kejahatan 2018

Antara
28/6/2017 20:05
Lemkapi: Teror Sasar Polisi Akan Warnai Tren Kejahatan 2018
(Ilustrasi--thinkstock)

PUSAT Kajian Kepolisian (Lemkapi) memperkirakan aksi teror masih akan mewarnai tren kejahatan pada 2018 dengan sasaran utama anggota dan markas kepolisian.

"Kami berpandangan, ada pergeseran sasaran pelaku teror," kata Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (28/6). Edi menambahkan berdasarkan penelitian di lapangan dari tahun ke tahun menyimpulkan ada kecenderungan pergeseran dari sasaran obyek vital berupa perkantoran milik asing dan tempat ibadah kini bergeser kepada
sasaran obyek markas kepolisian dan anggotanya.

Pihaknya pun memuji penanganan Polri terhadap pemberantasan kejahatan terorisme selama ini yang dinilainya cepat. Edi menjelaskan Lemkapi mencatat dalam dua tahun terakhir, ada dua markas polisi yang menjadi sasaran teror yakni Polres Banyumas dan Polres Surakarta serta ada empat anggota Polri yang tewas dan delapan polisi mengalami luka berat, termasuk teror bom di Terminal Kampung Melayu.

Untuk jumlah keseluruhan anggota Polri yang menjadi sasaran teror yakni korban tewas ada 41 orang dan 81 orang mengalami luka berat. "Untuk itu, kami minta kepada Polri, tingkatkan kewaspadaan dalam melayani masyarakat dan perketat pengamanan dalam menjaga markas polisi. Hanya dengan upaya itu Polri akan lebih siap dan lebih profesional memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat," kata Edi.

Penasihat Lemkapi Faisal Santiago menambahkan tren kejahatan lain yang juga akan terus
meningkat di 2018 adalah kejahatan narkoba. Pintu masuk narkoba ke Indonesia, ujar Faisal diperkirakan akan semakin banyak masuk lewat jalur-jalur pelabuhan tikus yang tersebar luas di
berbagai pulau terpencil.

"Kita harapkan jalur ini dijaga ketat oleh aparat Polri dan BNN serta tingkatkan operasi dan patroli di lautan untuk menggagalkannya," kata Faisal.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya