Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KELOMPOK teroris yang menyerang Markas Polda Sumatra Utara belum lama ini diyakini terafiliasi dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Namun, mereka disebut cuma sel kecil yang terputus dengan jaringan ISIS lainnya di Indonesia.
"Jadi memang ISIS seperti itu, ada yang sel terhubung langsung tapi ada sel yang terputus," kata Analis Kebijakan Madya Bidang Penmas Divisi Humas Polri Kombes Sulistyo Pudjo di Komplek Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/6).
Sistem perekrutan ISIS melalui internet, kata Pudjo, menjadi musabab banyaknya sel jaringan yang terputus. Setia kelompok bisa saling kenal atau malah tidak saling mengenal.
Ia lagi-lagi menerangkan, polisi belakangan jadi sasaran kelompok teror karena doktrin Takfiri. Doktrin itu membagi golongan kafir menjadi dua, yakni kafir harbi dan kafir dzimmi.
Kelompok teroris menilai siapapun yang menghalangi aksi mereka, termasuk kafir harbi. Sedangkan, kafir dzimmi, adalah pihak yang tidak memerangi kelompok ISIS, tapi harus tunduk pada mereka.
Nah, polisi digolongkan kelompok teroris sebagai kafir harbi. Sebab, Polri kerap melakukan penegakan hukum pada para pelaku teror. "Karena dipandang juga polisi adalah representasi negara yang dianggap adalah thogut," ungkap Pudjo.
Polisi di pos jaga Polda Sumut diserang pada 03.00 WIB, Minggu, 25 Juni 2017. Aiptu M. Sigalingging meninggal dunia dalam insiden itu.
Sampai saat ini, 17 orang sudah diamankan tim gabungan Polda Sumut dan Densus 88 terkait penyerangan ini. Dari 17 orang itu, 12 di antaranya saksi, dan empat orang lainnya merupakan tersangka SP, AR (tewas), B dan FPY.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved