Polisi Masih Lengkapi Perizinan untuk Periksa Novel

Arga Sumantri
28/6/2017 14:32
Polisi Masih Lengkapi Perizinan untuk Periksa Novel
(MI/Ramdani)

POLISI belum berencana meminta keterangan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dalam waktu dekat terkait kasusnya dan pernyataannya kontroversialnya bahwa ada seorang jenderal polisi di belakang kasus penyiraman air keras terhadap dirinya. Pihak kepolisian beralasan saat ini masih dalam suasana Lebaran.

Selain masih Lebaran, polisi juga masih melakukan koordinasi dengan banyak pihak, termasuk KPK. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyatakan, polisi juga harus mengurus segala perizinan pemeriksaan mengingat Novel ada di negeri orang menjalani perawatan matanya.

"Semua perizinan kita akan koordinasikan dulu, karena yang bersangkutan ada di negara orang, tentunya setiap negara punya aturan tersendiri," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Rabu (28/6).

Saat memeriksa Novel, kata Argo, polisi juga menggandeng pihak KPK. Harus ada juga pihak dokter untuk memastikan kesehatan Novel memungkinkan untuk dimintai keterangan.

Materi pemeriksaan, kata Argo, tidak jauh-jauh terkait insiden yang menimpa Novel. Penyidik juga bakal minta klarifikasi Novel soal pernyataannya kepada media asing kalau ada keterlibatan Jenderal di balik kasus yang menimpanya. "Nanti kita akan tanyakan juga ya, siapa, dan buktinya apa dia bicara itu," ungkap Argo.

Sudah sekitar dua bulan kasus penyiraman air keras terhadap Novel bergulir. Total 56 saksi sudah diperiksa. Argo mengatakan, seorang saksi inisial E, mengaku melihat terduga pelaku penyerangan Novel. Kepada penyidik, E mengaku melihat terduga pelaku duduk di depan rumah Novel sehingga mengetahui wajah pelaku tersebut.

Saksi lainnya, kata Argo, juga melihat pelaku berada di pojok Masjid Jami Al Ihsan yang berdekatan dengan lokasi penyerangan Novel.

Belum ada titik terang siapa dalang di balik penyiraman air keras kepada Novel. Novel menduga ada jenderal polisi dalam teror kepadanya.

Novel disiram air keras yang diduga dilakukan dua orang pria tidak dikenal di jalan Deposito depan Masjid Al Ikhsan RT03/10 Kelapa Gading Jakarta Utara usai menjalani salat subuh pada Selasa 11 April, pukul 05.10 WIB.

Akibat kejadian itu, Novel mengalami luka pada bagian wajah dan bengkak pada bagian kelopak mata kiri, sementara itu pelaku melarikan diri.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya