RUU Pemilu, Partai Besar Diminta Melunak

Nur Aivanni
17/6/2017 19:54
RUU Pemilu, Partai Besar Diminta Melunak
(ANTARA/WAHYU PUTRO A)

LOBI-lobi antarfraksi dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilu (RUU Pemilu) masih terus dilakukan. Namun, terungkap sejauh ini masing-masing fraksi masih tetap mempertahankan opsinya.

Menurut Anggota Pansus RUU Pemilu dari Fraksi NasDem Johnny G Plate, bila fraksi-fraksi tetap bergeming terhadap opsinya masing-masing di lima isu krusial, maka deadlock akan terus terjadi. Johnny menambahkan di sini butuh kelunakan dari partai besar seperti PDI Perjuangan dan Golkar untuk bisa mendorong fraksi-fraksi lainnya juga bergerak dari opsi yang dipertahankan.

"Golkar dan PDIP diminta untuk supaya lebih menjaga kebersamaan politik, misalnya dengan memberikan (metode konversi suara) kuota hare, alokasi kursi per dapil menjadi 3-10 dan sistem pemilu terbuka. Kalau itu diberikan, titik temu untuk menyelesaikan secara musyawarah atau voting tanpa deadlock, tapi kalau tetap bertahan itu bisa bikin deadlock," tuturnya saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu (17/6).

Terkait ambang batas presiden, Fraksi NasDem tetap bertahan di angka 20-25%. Johnny menyebut bahwa pihaknya telah mengorbankan opsi lainnya untuk bisa mencapai titik temu. "Kami alokasi kursi dari 3-14 menjadi 3-10. Ambang batas parlemen dari 7% menjadi 5%. Masa yang lainnya ngga ada majunya?" cetusnya.

Jika Golkar dan PDIP mau melunak, kata dia, maka partai-partai pendukung pemerintah bisa diajak untuk bergabung, seperti Hanura, PPP, PAN dan PKB. Setelah itu, sambungnya, ketujuh fraksi tersebut kemudian bisa berunding dengan tiga fraksi lainnya, yakni Gerindra, Demokrat dan PKS.

Secara terpisah, Anggota Pansus RUU Pemilu dari Fraksi Golkar Hetifah Sjaifudian mengakui memang belum terlihat ada tanda-tanda untuk mencapai satu kesepakatan yang bulat di antara fraksi-fraksi. Adapun Fraksi Golkar masih tetap ingin mempertahankan ambang batas presiden di angka 20-25% dan metode konversi suara sainte lague murni.

Menanggapi pernyataan Johnny, Hetifa mengatakan bahwa pihaknya pun terbuka terhadap isu krusial yang masih menjadi perdebatan tersebut. "Kita bisa alokasi kursi ke 3-10 dari 3-8. Sistem pemilu terbuka terbatas, kalau perlu kita sistem terbuka. Tapi tetap aja yang lainnya tidak bergeming. Juga soal ambang batas parlemen sampai angka 4% kita juga oke. Apa kurangnya coba?" paparnya.

Justru, ia menyebut masih ada beberapa fraksi yang tidak mau mengalah. "Kita sudah mengalah, tapi kalau yang lainnya ngga ada pergerakan di situ, ya kita kembali lagi, itu yang namanya deadlock. Lobi kan harus ada take and give. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya