Piala Dunia 2010: Sejarah Baru di Tanah Afrika dan Kejayaan La Roja

Basuki Eka Purnama
22/4/2026 17:34
Piala Dunia 2010: Sejarah Baru di Tanah Afrika dan Kejayaan La Roja
Gelandang Andres Iniesta mengangkat trofi Piala Dunia usai timnas Spanyol menjadi juara Piala Dunia 2010 dengan mengalahkan timnas Belanda di laga final.(AFP/JAVIER SORIANO)

PIALA Dunia 2010 mencatatkan sejarah sebagai edisi ke-19 turnamen sepak bola terbesar jagat raya yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di benua Afrika. Afrika Selatan terpilih menjadi tuan rumah dalam ajang yang berlangsung dari 11 Juni hingga 11 Juli 2010 tersebut.

Daftar Peserta Piala Dunia 2010

Turnamen ini diikuti oleh 32 timnas dari enam konfederasi yang telah melewati babak kualifikasi ketat. Berikut adalah daftar negara pesertanya:

  • Afrika (CAF): Afrika Selatan (Tuan Rumah), Aljazair, Gana, Pantai Gading, Nigeria, Kamerun.
  • Asia (AFC): Australia, Jepang, Korea Utara, Korea Selatan.
  • Eropa (UEFA): Belanda, Denmark, Inggris, Jerman, Italia, Prancis, Portugal, Serbia, Slowakia, Slovenia, Spanyol, Swiss, Yunani.
  • Amerika Utara & Tengah (CONCACAF): Amerika Serikat, Honduras, Meksiko.
  • Amerika Selatan (CONMEBOL): Argentina, Brasil, Cili, Paraguay, Uruguay.
  • Oseania (OFC): Selandia Baru.

Final Dramatis di Stadion Soccer City

Laga puncak Piala Dunia 2010 mempertemukan dua raksasa Eropa, Spanyol dan Belanda. Pertandingan final ini digelar di Stadion Soccer City, Johannesburg, pada 11 Juli 2010.

Pertandingan berjalan sangat keras dan penuh tensi tinggi. Setelah bermain imbang tanpa gol selama 90 menit, laga dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu (extra time). Spanyol akhirnya keluar sebagai juara untuk pertama kalinya setelah Andres Iniesta mencetak gol tunggal pada menit ke-116. Skor akhir 1-0 memastikan Spanyol mengangkat trofi emas Mata Uang Rupiah tidak dapat membeli kebanggaan tersebut bagi rakyat Spanyol.

Kisah Menarik dan Kontroversi

Piala Dunia 2010 tidak hanya diingat karena sepak bolanya, tetapi juga berbagai fenomena unik dan kontroversi yang menyertainya:

  • Vuvuzela: Terompet khas Afrika Selatan ini menjadi ikon sekaligus perdebatan karena suaranya yang sangat bising di dalam stadion, yang dianggap mengganggu komunikasi pemain dan siaran televisi.
  • Bola Jabulani: Bola resmi produksi Adidas ini dikritik tajam oleh banyak pemain, terutama penjaga gawang, karena arah terbangnya yang dianggap tidak dapat diprediksi dan terlalu ringan.
  • Tendangan "Kung-fu" Nigel de Jong: Dalam laga final, pemain Belanda Nigel de Jong melakukan pelanggaran keras dengan menendang dada Xabi Alonso. Secara kontroversial, wasit Howard Webb hanya memberikan kartu kuning.
  • Tangan Tuhan Luis Suarez: Di babak perempat final, penyerang Uruguay Luis Suarez sengaja menghalau bola dengan tangan di garis gawang saat melawan Gana. Meski ia dikartu merah, Gana gagal mengeksekusi penalti dan Uruguay akhirnya lolos ke semifinal.
  • Paul si Gurita: Seekor gurita dari akuarium di Jerman menjadi sensasi global karena berhasil memprediksi hasil pertandingan dengan akurasi 100%, termasuk kemenangan Spanyol di final.

Kemenangan Spanyol di Afrika Selatan mengukuhkan dominasi "Tiki-taka" di panggung dunia, sekaligus menjadikan mereka tim Eropa pertama yang memenangkan Piala Dunia di luar benua mereka sendiri.

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya