Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LIBUR Lebaran telah usai, saatnya kembali ke rutinitas. Bagi yang mudik dengan kendaraan pribadi, jangan lupa memeriksa kembali kendaraan Anda, khususnya kondisi ban.
Sebagai satu-satunya komponen yang bersentuhan langsung dengan jalan, ban berperan vital dalam keselamatan dan kenyamanan berkendara. Para pengemudi diimbau untuk melakukan pengecekan ban secara menyeluruh sebelum kembali beraktivitas.
Setelah menempuh perjalanan jauh selama mudik Lebaran, kendaraan tentu mengalami beban kerja yang lebih berat dari biasanya. Oleh karena itu, penting untuk segera memeriksa kondisi kendaraan begitu kembali dari perjalanan.
Cek Tekanan Angin
Pastikan tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan (biasanya tertera di pintu pengemudi). Tekanan yang tepat menjaga kenyamanan, efisiensi bahan bakar, dan mencegah keausan tidak merata. Gunakan alat pengukur tekanan, dan pertimbangkan penggunaan nitrogen untuk performa lebih stabil.
Cek Kondisi Fisik Ban
Periksa ban dari potensi kerusakan selama perjalanan mudik yang mungkin tidak kita sadari, seperti adanya luka sobek karena melindas benda tajam, benjolan karena membentur lubang atau trotoar, atau benda tajam yang menancap. Karena kerusakan kecil bisa menjadi awal dari kerusakan yang lebih besar di kemudian hari dan dapat berbahaya bagi keselamatan.
Periksa Keseimbangan Ban (Balancing)
Balancing adalah proses menyeimbangkan berat ban dan pelek untuk mencegah getaran saat berkendara. Keseimbangan yang baik penting untuk kenyamanan dan mencegah getaran yang bisa menyebabkan keausan ban tidak merata.
Lakukan Spooring dan Rotasi Ban
Setelah perjalanan panjang di saat mudik dan juga libur Lebaran penting memeriksa keselarasan roda dan keausan ban dengan melakukan spooring dan rotasi ban. Spooring menyelaraskan roda yang mungkin bergeser akibat benturan, sementara rotasi ban meratakan keausan agar umur ban lebih panjang dan performanya tetap optimal.
Perhatikan Indikator Keausan (TWI)
Jika kembangan ban sudah menyentuh TWI (1.6 mm), segera ganti. Ban aus sangat berisiko, apalagi di musim hujan karena bisa menyebabkan hydroplaning—mobil seperti melayang di atas air dan kehilangan kontrol. (Z-1)
Faktor muatan berlebih, suhu mesin tinggi, kemacetan stop and go, hingga kondisi jalan yang rusak berpotensi memicu keausan komponen yang tidak langsung terasa.
Setelah perjalanan mudik jarak jauh di atas 500 km, terutama jika kendaraan kita yang umumnya sempat membawa beban berlebih, pemeriksaan dasar menjadi sangat penting.
Bagi pemilik mobil hybrid seperti HEV dan PHEV, pemeriksaan dasar pada ban, rem, dan kaki-kaki tetap menjadi kewajiban. Namun, sistem kelistrikan dan baterai memerlukan atensi tambahan.
Dalam satu hari tersebut, jumlah transaksi pengisian daya mencapai 18.088 kali dengan total konsumsi energi sebesar 427.980 kWh.
Fokus utama petugas saat ini adalah memastikan kelancaran kendaraan yang masuk ke arah Jakarta setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi pada arus mudik.
Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran periode 22 Maret hingga 25 Maret 2026 pukul 14.00 WIB (H hingga H+3), jumlah penumpang yang kembali ke Jawa baru mencapai 36,4% dari total pemudik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved