Kiat Berkendara Hemat Versi Suzuki

Nurtjahyadi
31/8/2019 08:45
Kiat Berkendara Hemat Versi Suzuki
Soerang model berpose di samping mobil All New Suzuki Ertiga saat diluncurkan pada pembukaan pameran otomotif IIMS 2018(ANTARA/Zarqoni Maksum)

KEGIATAN test drive bertajuk All New Ertiga Tripventure yang diadakan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), beberapa waktu lalu, salah satunya mengangkat tema eco driving.

Sebelum berangkat para peserta test drive mengikuti workshop singkat terkait bagaimana kiat berkendara hemat bahan bakar.

"Sebagai salah satu mobil andalan Suzuki, All New Ertiga menjadi kendaraan terpercaya untuk menemani perjalanan keluarga Indonesia dalam berbagai aktivitas. Pada kegiatan ini kami juga mendukung program pemerintah dalam meningkatkan efisiensi bahan bakar lewat Eco Driving," ungkap 4W Marketing Director SIS Donny Saputra, Selasa (28/8) dalam sambutannya.

Saat ini, teknologi dan fitur untuk menghasilkan sebuah mesin kendaraan yang efisien sudah semakin baik.

Meski demikian faktor yang tidak kalah penting adalah bagaimana cara mengemudinya. Berikut ini beberapa kiat untuk menghemat konsumsi bahan bakar versi SIS.

Baca juga: Eksplorasi All New Ertiga di Rute Jakarta-Cirebon

Yang pertama adalah sebisa mungkin melakukan akselerasi secara perlahan. Menurut Suzuki, dengan melakukan akselerasi 20 km/jam selama 5 detik saat mulai menjalankan kendaraan mampu menghemat bahan bakar sekitar 11%.

Berikutnya adalah mengurangi akselerasi dan deselerasi yang tidak perlu. Berkendaralah dengan kecepatan yang tetap dengan jarak yang cukup pada kecepatan yang aman berdasarkan pada keadaan lalu lintas.

Manfaatkan engine brake saat ingin mengurangi kecepatan. Pada saat  engine brake mesin-mesin generasi baru akan menghentikan pasokan bahan bakar. Memanfaatkan engine brake secara positif mampu mereduksi pemakaian bahan bakar hingga 2%.

Gunakan AC secara bijak dengan mengatur tingkat suhu yang ideal yang nyaman. Pasalnya, AC dirancang bukan untuk membuat kabin seperti di dalam kulkas. Sebagai gambaran, setingan AC pada suhu 26 derajat Celsius akan meningkatkan pemakaian bahan bakar sekitar 12%.

Jangan biarkan mesin dalam kondisi idle terlalu lama. Mesin yang hidup tanpa menghidupkan AC saja selama 10 menit dapat menguapkan bahan bakar sebanyak 130 cc.

Demikian juga untuk memanaskan mesin sebisa mungkin tidak perlu berlama-lama. Memanaskan mesin lebih dari 3 menit akan membuang sekitar 160 cc bahan bakar.

Oleh karena itu, pamanasan mesin tidak perlu lebih dari 3 menit. Jalankan kendaraan segera. Jika masih ragu Anda bisa berpatokan pada jarum indikator suhu mesin. Jalanken segera setelah jarum mulai bergerak naik.

Sebelum berangkat ke tujuan, sebaiknya pantau kondisi lalu lintas via aplikasi pada ponsel pintar Anda. Pilihlah rute yang minim kemacetan. Waktu perjalanan 1 jam dengan kemacetan selama 10 menit mampu meningkatkan penggunaan bahan bakar sampai 14%.

Periksa tekanan angin ban apakah sudah sesuai dengan yang direkomendasikan oleh pabrik. Jika tekanan angin ban berkurang 50 KPa (0,5 kg/cm2) dari tekanan normal, akan terjadi peningkatan konsumsi bahan bakar sekitar 2-4%.

Hindari membawa muatan yang tidak perlu. Penambahan bobot kendaraan akibat barang bawaan sebanyak 100 kg dapat membuat konsumsi bahan bakar lebih boros hingga 3%.

Sebagai pengguna kendaraan sebaiknya ikut berpartisipasi menghindari kemacetan. Oleh karena itu, hindari parkir di tempat-tempat ilegal. Parkir bukan pada tempatnya dapat mengganggu kelancaran lalu lintas.

Keberadaan parkir liar dapat menyebabkan penurunan kecepatan arus lalu lintas. Arus lalu lintas yang normalnya 40 km/jam dan tersendat menjadi 20 km/jam akibat kemacetan membuat pemakaian bahan bakar meningkat drastis hingga 31%. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya