Waspada Risiko Mencuci Sepeda Motor saat Masih Panas

Ekawan Raharja
06/6/2019 04:30
Waspada Risiko Mencuci Sepeda Motor saat Masih Panas
Mencuci Motor(Ilustrasi)

SEMUA  pengendara sepeda motor sudah pasti ingin memiliki tunggangan dengan tampilan yang selalu bersih. Tetapi tidak jarang karena waktu yang mepet, membuat pemilik menjadi kurang memperhatikan kapan waktu yang tepat untuk melakukan pencucian. Hal ini jelas justru bisa merugikan.
 
Umumnya setelah melakukan perjalanan jauh, pengendra akan mampir ke tempat cucian umum yang ada di pinggir jalan untuk mencuci motornya. Di lokasi pencucian, saat sampai, motor biasanya akan langsung dibilas, padahal mesin masih dalam kondisi panas. Kebiasaan seperti ini sebaiknya segera dihentikan, karena memiliki konsekuensi buruk terhadap sepeda motor.

Jika dipikir secara logika, bagian logam komponen motor yang masih panas lalu langsung bersentuhan dengan air dingin ketika dicuci, adalah dua kondisi yang saling bertentangan. Saat besi panas langsung terkena air dingin, akan terjadi perubahan suhu yang drastis. Kalau ini dilakukan terus-menerus dalam jangka panjang, berisiko berefek negatif, seperti dikutip dari laman resmi Suzuki.

Salah satu risikonya adalah blok mesin motor retak karena melakukan pencucian saat mesin masih dalam kondisi panas. Efek buruk lain yang mungkin muncul adalah leher pipa knalpot yang berlapis krom bisa berubah warna jadi agak kekuningan.
 
Karena itu disarankan, saat kondisi suhu mesin masih panas, kasih jeda waktu 5 sampai 10 menit sebelum dicuci. Waktu yang tidak lama ini sudah bisa membuat kondisi mesin dan komponen di dalamnya istirahat sejenak sebelum akhirnya nanti terguyur air yang memiliki perbedaan suhu drastis. Ini akan membantu mengurangi risiko terjadi kerusakan yang tidak kita inginkan.
 
Tentu saja mencuci sepeda motor dengan kondisi mesin sudah lebih dingin akan lebih baik untuk kondisi mesin.
 
Jadi, jangan sembarangan mencuci sepeda motor supaya si kuda besi tetap tampil klimis dan tidak mengalami kerusakan.   (Medcom/OL-9)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya