Persiapkan Kondisi Kendaraan di Musim Hujan

(Cdx/S-2)
31/1/2019 08:40
Persiapkan Kondisi Kendaraan di Musim Hujan
(THINKSTOCK)

SAAT musim hujan tiba seperti saat ini, kita harus sedia payung. Begitu pula pengendara kendaraan bermotor pun harus siap menyediakan 'payung'. 'Payung' yang dimaksud ialah persiapan agar tetap bisa beraktivitas di tengah musim hujan.

Menurut Business Development Division Head PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) Tanny Megah Lestari, ada tiga 'payung' yang perlu disiapkan pengendara di musim hujan. 'Payung' pertama ialah persiapan kondisi kendaraan sebelum berkendara terutama bagi pengguna motor, mulai kondisi ban, lampu, rem, termasuk kondisi kabel busi terhadap risiko banjir. Bagi pengendara mobil harus memastikan fungsi dan fisik wiper bekerja dengan baik.

'Payung' kedua ialah persiapan kondisi tubuh. "Pengendara harus berada dalam keadaan fit karena berkendara dalam kondisi hujan membutuhkan konsentrasi dan kehati-hatian yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kondisi normal," ujar Tanny di Jakarta, kemarin. Bagi pengendara sepeda motor jangan lupa menyiapkan jas hujan. Pilihlah jas hujan yang baik.

Selain itu, persiapkan kantong-kantong plastik kedap air untuk melindungi barang bawaan penting Anda. Bila memungkinkan gunakan sepatu khusus yang dirancang untuk pengendara motor saat hujan. Jenis boot disarankan karena sekaligus berfungsi melindungi kaki lebih baik dari air hujan maupun cedera saat jatuh.

'Payung' yang ketiga yang tak kalah penting harus dipersiapkan pengendara ialah perlindungan asuransi. Pasalnya, meski sudah mengecek kondisi kendaraan dan menjaga kondisi tubuh, risiko bisa datang kapan saja. Apalagi di tengah musim hujan seperti saat ini sehingga pengendara harus memiliki perlindungan asuransi.

Tanny menjelaskan, Adira Insurance memiliki produk asuransi kendaraan bermotor yang bernama Autocillin. Produk ini memberikan perlindungan menyeluruh mulai kecelakaan di jalan raya, huru-hara, kerusuhan, hingga perlindungan untuk pengemudi dan penumpang.

Pengendara kendaraan bermotor terkadang tidak luput dari ancaman bencana alam. Untuk menambahkan perlindungan dari bencana alam bisa memperluas asuransinya dengan manfaat dari risiko bencana alam. "Dengan perluasan bencana alam, pengendara bisa dijamin dari kerugian karena bencana alam, termasuk hujan es, banjir, dan lainnya," sambung Tanny.

Tanny juga memberikan resep agar pelanggan bisa lancar dalam melakukan klaim asuransi kendaraan bermotor yang terjebak banjir. Caranya dengan tidak memaksakan untuk menghidupkan mesin kendaraan di tengah banjir. Menurutnya, jika pengendara tetap menghidupkan mesin saat banjir akan berpotensi terkena water hammer.

Water hammer ialah air dalam volume yang cukup banyak tersedot ke dalam silinder mesin dan ikut terkompresi yang akan memperparah kerusakan mesin. "Apabila berada di genangan air yang rendah, sebisa mungkin tinggalkan kendaraan, kunci kendaraan, tunggu hingga air surut dan menelepon pihak asuransi atau derek agar mengangkut mobil untuk diperbaiki," imbuhnya.

Tanny juga berpesan, pengendara sebisa mungkin tidak memaksakan diri menerobos banjir. "Apabila sengaja menerobos banjir yang membuat kendaraan menjadi rusak, kendaraan tersebut masuk dalam pengecualian yang tidak dijamin dalam polis asuransi," tutup Tanny.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya