Waspadai Bahaya Mengantuk saat Berkendara

(Cdx/S-2)
20/12/2018 09:45
Waspadai Bahaya Mengantuk saat Berkendara
(THINKSTOCK)

MUSIM liburan akhir tahun kian dekat. Tidak sedikit masyarakat yang berencana mengajak keluarga mengisi liburan Natal dan Tahun Baru berpelesir ke luar kota untuk mencari suasana baru.

Bagi keluarga yang akan melakukan perjalanan ke luar kota dengan kendaraan pribadi tentu harus mempersiapkan berbagai hal, mulai perbekalan, menyiapkan kendaraan, dan tentunya kesiapan fisik pengemudinya.

Mengemudi dalam perjalanan jauh merupakan kegiatan yang menuntut konsentrasi dan kesiapan fisik serta mental tinggi. Pengemudi tentunya harus dalam kondisi prima saat memulai perjalanan. Dengan kondisi infrastruktur yang kini semakin baik, membuat pengemudi harus tetap waspada. Pasalnya, jalan mulus dan panjang, sering membuat pengemudi jenuh dan yang paling berbahaya mengantuk.

Dalam beberapa kesempatan kegiatan safety driving, Training Director Jakarta Defensive Driving Center (JDDC) Jusri Pulubuhu menyampaikan bahwa pengemudi tidak boleh memaksakan diri berkendara saat mengantuk karena fatal akibatnya.

Untuk mengantisipasi hal itu, Jusri menyarankan kepada para pengemudi kendaraan untuk memahami jam biologis manusia (circadian rythm). Ia memaparkan bahwa sepanjang waktu aktif, manusia mengalami siklus turun naik dalam hal beraktivitas.

Menurut National Sleep Foundation, circadian rythm setiap orang tidak sama. Jika Anda memperhatikan diri Anda cenderung bersemangat pada jam-jam tertentu atau mengantuk pada waktu yang sama setiap harinya, itulah yang disebut sebagai jam biologis Anda. Jam biologis akan mengalami masa terbaiknya saat Anda tidur secara teratur dengan kualitas yang tinggi.

Dengan mengetahui siklus tersebut Anda dapat mengetahui waktu yang pas untuk berkendara saat kondisi tubuh sedang prima. Kendati begitu, setiap tiga jam, pengemudi harus berhenti sejenak untuk sekadar beristirahat dan melakukan senam-senam kecil melenturkan kembali otot-otot tubuh yang lelah.

Saat tubuh terlalu lelah sempatkan waktu antara 20-30 menit untuk istirahat. Dalam rentang waktu itu Anda bisa memanfaatkannya untuk makan dan minum secukupnya. Tubuh yang lelah mengakibatkan turunnya konsentrasi, kewaspadaan, dan kecepatan reaksi.

Bila sudah beristirahat, tetapi rasa kantuk terus mendera, bukalah jendela lebar-lebar agar udara dalam kabin bersirkulasi dengan udara luar yang lebih segar. Terkadang kantuk muncul akibat berkurangnya kandungan oksigen di dalam kabin. Ajak anggota keluarga untuk mengobrol dengan topik ringan yang menarik untuk mengusir rasa kantuk.

Jika kopi dianggap mampu mengusir rasa kantuk, siapkan minuman tersebut dalam mobil Anda. Selain itu siapkan handuk yang dibasahi air lalu letakkan di seputar kisi-kisi udara AC agar lebih dingin. Handuk bisa juga diletakkan di belakang leher atau di kening Anda. Bila perlu usapkan handuk basah dingin itu di wajah untuk mengembalikan kesegaran.

Kalau berbagai cara sudah dilakukan, tetapi rasa kantuk tetap mendera, satu-satunya solusi ialah dengan menepikan kendaraan lalu pejamkan mata untuk beberapa saat. Tidurlah selama 10-30 menit.
Pilihlah tempat pemberhentian yang memungkinkan untuk memarkirkan kendaraan dengan aman dan nyaman, seperti rest area, SPBU, masjid, atau restoran.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya