Kendaraan Niaga Dorong Penjualan Mobil

Ghani Nurcahyadi
20/12/2018 09:15
Kendaraan Niaga Dorong Penjualan Mobil
(ANTARA FOTO/Audy Alwi)

PENJUALAN mobil pada tahun ini hampir mendekati target yang ditetapkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Target yang dipatok sekitar 1,1 juta unit. Data asosiasi menunjukkan, hingga November 2018, terjual 1.063.464 kendaraan atau naik 7% dari periode yang sama tahun lalu sebesar 994.799 unit.

Salah satu faktor pendorong dalam penjualan kendaraan itu, menurut Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto, ialah kendaraan niaga berupa truk berkapasitas 24 ton. Truk ini biasa digunakan sebagai armada dalam proyek infrastruktur, perkebunan, dan pertambangan.

"Secara detail, yang naik, yaitu kendaraan niaga, khususnya truk berkapasitas 24 ton. Itu merupakan jenis truk besar. Penjualan mereka naik 42% pada tahun ini. Truk itu dipakai di infrastruktur, perkebunan, dan pertambangan. Artinya, di sana ada kebutuhan karena pembangunan karena pengusaha banyak memesan truk," urai Jongkie.

Dengan realisasi penjualan yang melewati 1 juta unit itu, Jongkie optimistis target Gaikindo sebesar 1,1 juta unit hingga akhir tahun ini dapat terwujud. Di bulan ini, ia memprediksi penjualan dapat bertambah lagi hingga 60 ribu-70 ribu unit. Jika prediksi menjadi nyata, berarti penjualan setahun ini melampaui target.

Untuk segmen kendaraan penumpang, berdasarkan data Gaikindo, menunjukkan Toyota masih merajai pasar hingga November tahun ini. Pangsa pasar Toyota tercatat 31% atau sebanyak 325.500 unit. Posisi kedua ditempati anak usaha Astra lainnya, Daihatsu, yang mampu menyalurkan 186.449 unit.  

Produsen ternama lain asal Jepang, Honda, berada di posisi ketiga dengan penjualan 149.083 unit.

Selanjutnya, Mitsubishi yang kini menjadi merek dengan lonjakan penjualan tertinggi pada 2018 mampu mendistribusikan 133.966 unit. Pada tahun sebelumnya, mobil dengan logo tiga berlian itu hanya mampu menjual 69.893 unit.  

Pada urutan kelima, bertengger Suzuki yang menjual 109.698 unit. Jongkie memperkirakan situasi ekonomi pada tahun depan tidak jauh berbeda dengan tahun ini. Gaikindo belum merilis target penjualan mobil tahun depan.

"Kami melihat prediksi pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,2%. Jadi masih sama dengan saat ini. Sekarang kami tidak mau muluk-muluk karena targetnya belum ditentukan," ujar pemilik sejumlah diler kendaraan tersebut.  

Model baru
Di sisi lain, sejumlah pabrikan sudah mulai menyiapkan model baru untuk peluncuran tahun depan. PT Toyota Astra Motor (TAM), misalnya, secara tersirat membocorkan akan meluncurkan enam model baru pada Tahun Babi Tanah. Meskipun demikian, pihak TAM belum mau membuka secara terbuka model yang akan diluncurkan tahun depan.

"Kami inginnya sama dengan tahun ini. Kalau tahun ini kan ada model baru. Tunggu saja tanggal mainnya nanti," ujar Executive General Manager TAM Fransiscus Soerjopranoto saat ditemui di Jakarta, pekan lalu.

Soal waktu peluncuran, Soerjo menegaskan, pihaknya masih akan melihat kondisi pasar. Ketika kondisi pasar sedang kondusif, TAM tak ragu-ragu untuk meluncurkan model baru itu.
Sejumlah rumor menyebutkan Toyota bakal meluncurkan Avanza dan Camry generasi terbaru, tapi belum ada konfirmasi resmi dari pabrikan asal Jepang itu.

"Nanti akan ada pengembangan, bisa perubahan kecil (minor change), perubahan skala besar (full model change) atau malah model baru sama sekali. Jadi, minimal sama dengan tahun ini ada enam yang diluncurkan," tandasnya. (S-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya