Rumah Singgah Kanker Butuh Perhatian

Mathias S Brahmana Wartawan Media Indonesia
17/12/2018 09:30
Rumah Singgah Kanker Butuh Perhatian
(Mathias S Brahmana Wartawan Media Indonesia)

PEKAN lalu, secara kebetulan, melihat foto Andy F Noya, host Kick Andy, bersama Ketua Yayasan Amaryllis Kirana Banten, Asep Ruswiadi, tayang di sebuah jejaring media sosial.

Asep merupakan pengasuh rumah singgah penderita kanker dan penderita hemofilia yang sudah cukup dikenal di wilayah Provinsi Banten. Berawal dari foto itu, hati pun terketuk ingin mengetahui apa saja kegiatan rumah singgah yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Suka Asih, Kecamatan Tangerang, Kota  Tangerang, tersebut.

Rumah singgah yang cuma sepelemparan batu dari Rumah Sakit Umum (RSU) Kabupaten Tangerang itu terbilang cukup lega dengan areal seluas 630 meter persegi, berikut bangunan sekitar 300 meter persegi.

Sayangnya, fisik bangunan terlihat mulai renta. Catnya pun sudah memudar.

Saat itu hujan cukup deras disertai angin kencang. Beberapa titik bangunan seketika meneteskan air terutama di teras, kamar, tempat jemur pakaian pasien, serta dapur. Beberapa ibu yang sedang singgah untuk mengantarkan anaknya menjalani kemoterapi di RSU Kabupaten Tangerang seketika bahu-membahu membantu Koordinator Divisi Rumah Singgah Tri Yuliani menyelamatkan pakaian pasien agar tidak terkena hujan, sedangkan titik-titik bocor diatasi dengan menyiapkan ember kecil agar tetesan air tidak membasahi ruangan.

Hari itu, tiga mahasiswi Universitas Pelita Harapan sedang singgah. Mereka secara bergantian mewawancarai para ibu pasien dan juga pengelola untuk kepentingan penelitian.

Setiap hari ada saja orang singgah di sana. Umumnya keluarga pasien, baik yang tinggal sekitar Kota Tangerang, warga Kabupaten Tangerang, Cilegon, Pandeglang, maupun warga kota/kabupaten lainnya yang masih berada di bawah teritorial Provinsi Banten.  

Rumah singgah penderita kanker dan penderita hemofilia bak sarang bagi burung-burung yang kesulitan terbang. Keluarga pasien kanker/hemofilia kurang beruntung yang sedang mengantarkan anak atau sanak famili menjalani perawatan ke RSU Tangerang, sangat membutuhkan rumah singgah.

Mereka tidak mampu membayar biaya penginapan. Bahkan, untuk makan dan minum pun diatur iramanya agar bekal tidak cepat habis. Terhadap keluarga pasien yang demikian, pihak RSU menganjurkan agar mendatangi rumah singgah Yayasan Amaryllis.

Sambil menunggu pasien menjalani kemoterapi maupun perawatan, keluarga pasien dapat istirahat di rumah singgah, bahkan tersedia kamar menginap meski kadang tidur dengan susun pindang. Di sana, mereka bisa mencuci pakaian, menyetrika, makan, dan minum dengan gratis.  

Satu lagi yang paling meringankan beban pikiran keluarga pasien, yakni pengelola rumah singgah akan berupaya mengusahakan bila keluarga pasien kekurangan obat yang tidak dijamin BPJS. Beberapa jenis obat penderita kanker memang tergolong mahal, seperti, obat Methotrexat Ebewe atau MTX harganya Rp9.000 per tablet, bahkan Purinetone mencapai Rp28 ribu per tablet.

Asep Ruswiadi mengaku saat ini yayasan yang dikelolanya sedang tertatih-tatih. Biaya operasional mencapai Rp7,5 juta per bulan untuk listrik, air, lauk-pauk, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Kontribusi pemerintah daerah, baik Pemerintah Kota Tangerang maupun Provinsi Banten, hampir tidak ada kecuali Pemkab Tangerang meminjamkan bangunan yang kini ditempati.

Pengelola rumah singgah terkadang panik tatkala butuh tambahan darah bagi pasien yang mengalami kritis tetapi kesulitan memperolehnya, begitupun setelah pasien meninggal akan kerepotan meminjam ambulans milik pemerintah daerah.

Sebagian besar dana operasional berasal dari donatur tidak tetap dan kekurangannya yayasan turun ke jalan saat car free day dengan menjual muk atau mengamen. Terpilihnya Wahidin Halim dan Andika Hazrumy sebagai Gubernur/Wakil Gubernur Banten semula diharapkan yayasan membawa angin segar bagi pasien penderita kanker dan hemofilia yang umumnya anak-anak.

Pasalnya, Wahidin Halim dikenal sebagai pemimpin yang sangat peduli terhadap kesehatan. Saat menjabat Wali Kota Tangerang, Wahidin menjamin seluruh biaya kesehatan warganya melalui APBD.

Cukup menunjukkan KTP Kota Tangerang, pasien yang harus operasi pun ditanggung 100%. Asep berharap Gubernur Banten dapat mengeluarkan kebijakan untuk meringankan beban rumah singgah yang dikelolanya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya