Jakartaku Cakep

Mathias S Brahmana Wartawan Media Indonesia
19/11/2018 06:00
Jakartaku Cakep
()

KALAU saja boleh, Pesta Olahraga Asian Games ke-19, kembali diselenggarakan di Jakarta. Sayangnya pasti tidak boleh karena memang harus pindah negara dan sudah ditetapkan Kota Hangzhou, Zhejiang, Tiongkok, sebagai tempat pertarungan berikutnya pada 10 - 25 September 2022.

Pesta Olahraga Asian Games 18 Jakarta-Palembang pada 28 Agustus-2 September 2018, selain mengorbitkan prestasi para atlet Indonesia ke posisi lima dengan perolehan 98 medali, yang tidak kalah keren, perubahan kota sangat tampak jelas. Anggaran sebesar US$2,4 miliar yang dibelanjakan pemerintah untuk pembangunan infrastruktur jelas-jelas telah mengubah Jakara dan Palembang menjadi kota rupawan. Didukung semangat pemerintah daerah setempat, wajah kedua kota kini terlihat bersih, rapi, dan cakep.

Di Jakarta perubahan nyata terlihat di Jalan Asia Afrika, Jalan Sudirman, dan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Trotoar di tiga kawasan itu kini nyaman bagi pejalan kaki. Lebarnya berkisar 10-12 meter yang dikemas dalam tiga bagian.
Jalur hijau buat pengendara sepeda, jalur tengah pejalan kaki, serta jalur disabilitas dengan guiding block berwarna kuning. Di kanan-kiri trotoar terdapat pohon-pohon meski jumlahnya harus ditambah agar semakin teduh.
Tong sampah di sejumlah titik memaksa secara halus agar pejalan kaki  membuang kotorannya ke tempat yang seharusnya. Kawasan Jalan Asia Afrika, Jalan Thamrin, dan Jalan Sudirman, telah sejajar dengan kota maju seperti Singapura.   Kehadiran sejumlah kelompok musik yang bernaung di bawah bendera Musik Tepi Barat sedikit mengendurkan ketegangan pekerja kantoran di kawasan itu yang terlihat selalu terburu-buru.

Dinas Pariwisata dan Budaya DKI Jakarta sengaja mengundang sejumlah kelompok musik untuk menunjukkan identitas genre mereka, apakah rock, jazz, bahkan etnik, dengan membuka ruang setiap Selasa dan Jumat. Banyak pekerja dan pejalan kaki yang terhibur kemudian mengajak penyanyi maupun pemusik berswafoto.   

Penampakan ketiga kawasan yang sudah terlihat ramah, teratur, dan cantik, diharapkan menggoda masyarakat untuk memilih menyusuri trotoar dengan berjalan kaki ketimbang angkutan umum. Kebiasaan berjalan kaki akan membawa warga kota hidup sehat dan lebih bugar.  

Bila berpaling sejenak kepada pedestrian yang ada di Singapura dan Jepang, trotoar di tiga kawasan pusat ekonomi dan olah raga itu akan kian sempurna jika dilengkapi dengan bangku-bangku di bawah rindangan pohon.

Berjalan kaki beberapa kilometer terkadang membutuhkan arena istirahat yang juga bisa digunakan bersantai oleh warga kota sebagaimana fasilitas yang dibuat Basuki Tjahaja Purnama di sekeliling Monas.

Jakarta semakin asyik yang terlihat di Jalan Asia-Afrika, Jalan Thamrin, dan Jalan Sudirman, semakin klop lagi jika dilengkapi dengan sepeda publik. Pemerintah Kota Yogyakarta sudah memulainya dengan menyiapkan transportasi gowes. Peminat mengunduh aplikasinya melalui Smartphone.

Pelebaran trotoar dicanangkan Basuki Tjahaja Purnama saat menjabat Gubernur DKI 2014-2017, kini diteruskan dengan apik oleh Anies Baswedan. Begitulah seharusnya perjalanan sebuah kota, semua ide dan rencana yang hebat diteruskan oleh sang pengganti tanpa malu-malu.

Kita meyakini, kecerdasan dan ketulusan Anies Baswedan membangun Ibu Kota akan membuatkan Jakarta sebagai kota megapolitan yang sibuk, tambah modern, semakin indah, bersih, teratur, dan manusiawi, serta tetap ramah lingkungan.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya