Kebangkitan Olahraga di Asian Games Kita

Imam Nahrawi Menteri Pemuda dan Olahraga RI
18/8/2018 10:40
Kebangkitan Olahraga di Asian Games Kita
(Ist)

"WAHAI atlet Indonesia, ini Asian Games kita, ini pertarungan di kandang kita, ini sejarah yang harus kita ukir dengan tinta emas."

Indonesia bakal menggelar Asian Games, pesta olahraga terbesar se-Asia yang resmi dibuka pada 18 Agustus 2018. Tepat satu hari setelah negara ini berulang tahun yang ke-73. Pada usianya yang masih 17 tahun, Indonesia pernah berhasil menggelar pesta yang sama, tetapi dengan situasi dan kondisi yang sama sekali berbeda.

Pada Asian Games 1962, Presiden Soekarno berani mengajukan diri sebagai tuan rumah. Padahal, dulu kesiapan Indonesia masih diragukan negara-negara lain mengingat belum tersedianya sarana olahraga yang memadai. Namun, dengan segenap tekad yang menggebu-gebu, presiden mendobrak keraguan itu dengan membangun infrastruktur berupa kompleks olahraga di Senayan yang kita kenal sekarang sebagai Gelora Bung Karno.

Setidaknya ada dua poin penting mengapa Presiden Soekarno kala itu kekeuh agar Indonesia dapat menjadi tuan rumah Asian Games. Pertama, untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa di mata internasional. Kedua, untuk mendukung peningkatan kemajuan prestasi para atlet kebanggaan Indonesia. Dari situ dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa olahraga merupakan salah satu cara agar Indonesia dapat dikenal dunia. Atlet-atlet yang bertanding di ajang internasional tak ubahnya pahlawan. Lewat peluh dan air mata mereka, lagu kebangsaan dikumandangkan dan bendera Merah Putih dikibarkan.

 

Warisan Asian Games

Asian Games membuat Indonesia berbenah terutama dari segi infrastruktur olahraga. Baik pada 1962 maupun 2018, pemerintah terus berupaya memajukan prestasi olahraga lewat sarana dan prasarana kelas dunia. Hal inilah yang akan jadi warisan generasi berikutnya. Melalui sarana fisik kita akan membangun jiwa-jiwa anak muda yang kuat karena olahraga.

Selain itu, warisan yang juga harus lahir dari Asian Games ialah budaya berolahraga. Masyarakat yang gemar berolahraga ialah investasi bagi prestasi olahraga di masa depan. Jika seluruh masyarakat secara aktif dan berkesinambungan melakukan olahraga, Indonesia tidak bakal kekurangan manusia-manusia berprestasi. Dengan begini kebangkitan olahraga akan segera terealisasi.

 

Kebangkitan olahraga Indonesia

Ada 40 cabang olahraga dan 465 nomor yang bakal dipertandingkan. Ada 45 negara peserta dan total 11.260 atlet yang akan menjadi aktor utama di tengah pesta olahraga. Kita tentu saja sudah berbenah untuk menggelar pesta tersebut. Mulai gelanggang olahraga sebagai tempat bertanding, hingga kondisi para atlet sebagai aktor utama dalam Asian Games kita yang terus menerus diperbarui.

Dalam beberapa tahun terakhir, saya aktif mengunjungi pelatnas demi pelatnas. Dari sana saya banyak mendengar optimisme mereka terhadap Asian Games ini. Mulai para atlet, pelatih, dan tim ofisial kompak berjuang demi membahagiakan warga Indonesia lewat kemenangan.

Para atlet sudah berlatih selama bertahun-tahun. Mereka rela mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, keringat, air mata, bahkan darah demi Indonesia. Kini tibalah saatnya bagi mereka untuk membuktikan diri di kandang sendiri, di Asian Games kita. Mereka bakal berusaha mempersembahkan yang terbaik demi target tembus 10 besar.

Indonesia ialah bangsa yang besar. Hal ini dapat dibuktikan di lapangan olahraga. Pada suatu masa kita pernah amat jaya. Pada suatu masa, Indonesia pernah amat gemilang. Masa-masa itu ialah ketika Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 1962. Kita berada di peringkat kedua klasemen akhir. Kita pernah begitu digdaya di hadapan bangsa-bangsa Asia.

Sekarang ialah waktu yang tepat merebut kembali era kejayaan itu. Asian Games 2018 ialah momentum untuk mengubah cara pandang kita terhadap olahraga. Jika mungkin selama ini kita kurang yakin, kurang percaya diri, kurang tegak, masih takut, masih ragu-ragu akan kemampuan sendiri, Asian Games 2018 harus mampu mengubah itu semua.

Kita harus menjadi satu tim yang melangkah dengan penuh percaya diri, bermental baja, yakin terhadap segala daya upaya, berjalan dengan muka tegak, dan terus semangat dalam mencapai podium tertinggi.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya