Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BAKAL caleg yang harus didaftarkan oleh parpol ke KPU menjadi momentum munculnya calon wakil rakyat yang memenuhi harapan rakyat. Di masa depan, terbentuknya DPR yang beranggotakan legislator yang mumpuni menjadi dambaan bersama. Lahirnya para anggota dewan yang memiliki kemampuan yang mumpuni sesuai bidang keahliannya menjadi kebutuhan saat ini dan masa mendatang.
Dambaan ini pantas dilempangkan mengingat tonggak penting selama proses pendaftaran caleg telah berakhir dan akan dilanjutkan mekanisme selanjutnya oleh KPU. Jadwal pendaftaran caleg baik DPR maupun DPRD ditetapkan KPU mulai 4-17 Juli 2018.
Akan tetapi, kondisi yang berlangsung justru memunculkan kekhawatiran. Tema dominan fokus pada perdebatan larangan melalui PKPU bahwa mantan koruptor dilarang diajukan sebagai caleg dalam Pemilu Legislatif 2019. Di DPR, PKPU ditolak oleh sebagian fraksi.
Bila melihat kinerja DPR yang nampak selama ini belum cukup menggembirakan, harapan munculnya caleg yang mumpuni harus terus ditasbihkan.
Potensi mumpuni
Caleg mumpuni mendasarkan diri pada kemampuan melaksanakan tugas dengan baik untuk mengatasi permasalahan dan kebutuhan rakyat sebagai landasan pencalonan baik oleh diri maupun partainya. Mumpuni bisa dipahami memiliki keahlian tertentu yang dibutuhkan masyarakat luas.
Kecakapan caleg ini mengatasi problematika sosial menjadi harapan baru masyarakat luas. Kekurangmampuannya melahirkan anggapan sang caleg tidak mumpuni dan semestinya sadar diri bahwa kelayakannya menjadi wakil rakyat diragukan layaknya mundur teratur.
Kerinduan akan legislator mumpuni saat ini mendambakan lahirnya para wakil rakyat memiliki kemampuan di atas rata-rata mengatasi permasalahan riil sesuai bidangnya. Caleg dambaan yang memiliki kualitas diri mumpuni, berupa ketulusan yang akan memberikan rakyat rasa aman dan dihargai karena percaya tidak akan dibodohi atau dibohongi.
Caleg juga memiliki kemampuan menjadi pendengar yang baik, bukan pintar bicara. Caleg ini juga rendah hati dan berjiwa besar yang merupakan kekuatan untuk bersikap baik pada yang lebih tinggi dan mengangkat yang lebih rendah.
Bukan caleg kualitas amatir dalam pengertian menjadi caleg dengan tanpa tujuan pasti untuk apa dan mau ke mana menjadi wakil rakyat. Bukan pula caleg yang mementingkan kepentingan sendiri dalam jangka pendek tanpa memedulikan keberhasilan jangka panjang. Apalagi menjadi caleg sekadar mencukupi kebutuhan sehari-hari ataupun tidak mempunyai arah dan tujuan jelas dalam bekerja.
Caleg yang mumpuni dituntut memiliki sejumlah kemampuan sebagai calon wakil rakyat. Semestinya caleg ini mampu menerapkan dan mengelola kemampuan ini selama menjalankan mandat rakyat. Ada kepastian bahwa kemampuannya mewarnai kerja legislasi, mengupayakan anggaran yang dibutuhkan serta melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap program bersangkutan.
Diawali dengan seorang caleg mumpuni yang mampu melaksanakan tugas dengan baik bahkan bila tanpa bantuan orang lain. Calon wakil rakyat juga menguasai keahlian dan kecakapan di bidang yang menjadi fokus perhatiannya. Caleg juga dituntut memiliki keterampilan tinggi karena banyak problematika masyarakat memiliki tingkat kerumitan yang tinggi.
Selanjutnya, caleg dituntut memiliki ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah. Tidak jarang sebuah persoalan tidak bisa diatasi akibat tidak dimilikinya kemampuan ini oleh para legislator kita. Apalagi masalah yang multikompleks akan menjadi semakin runyam dan berlarut-larut.
Caleg mumpuni memiliki sikap untuk berorientasi ke depan. Visi masa depan ini akan sangat memengaruhi seorang calon untuk mengikuti perkembangan zaman dan iptek yang sangat cepat. Sikap yang diikuti dengan cara berpikir positif yang cenderung optimistis, bukan pesimistis, mencari solusi tidak frustasi, banyak harapan bukan keputusasaan.
Sikap itu akan mendorong lahirnya caleg yang bertanggung jawab melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh tanpa mencari-cari kesalahan orang lain. Caleg akan terhindar dari kebiasaan mengkritik yang cenderung mencela dan mencari kelemahan orang lain. Ujungnya, caleg akan memiliki empati selalu mencari jalan keluar tanpa memaksakan pendapat dan kehendaknya.
Partai modern
Guna mewujudkan munculnya caleg mumpuni, saatnya ada inovasi fungsi dan peran parpol dalam pendidikan dan karier bagi para politisi anggotanya. Parpol dituntut mengubah diri menuju modernisasi partai politik. Modernisasi berujud pada sudah saatnya dibuka jenjang karier anggota parpol menuju pencalonannya menjadi caleg.
Ada jenjang karier fungsional menurut bidang yang dibutuhkan masyarakat bangsa dan negara. Bidang itu meliputi ideologi, politik, hukum, ekonomi, sosial, pendidikan, iptek, kebudayaan, pertahanan, keamanan, dsb.
Seseorang sejak awal masuk sebagai anggota parpol sudah membulatkan tekadnya berkecimpung di bidang tertentu dan akan meniti karier di sana. Sementara itu, dibentuklah sejenis jenjang karier sejak level mula, madya hingga utama di bidang-bidang itu. Peningkatan karier ditempuh melalui proses unjuk kerja secara inovatif dalam bidangnya.
Melalui peningkatan karier akan muncul pakar-pakar ekonomi dari kader partai tertentu. Demikian juga banyak ahli iptek yang dimiliki dan bidang yang lainnya. Parpol tidak lagi mengandalkan bujukan pada ahli bidang tertentu dari pribadi-pribadi yang sebelumnya bukan kader menjadi milik parpol meski hal itu sah-sah saja.
Ke depan, parpol kaya ahli-ahli yang benar-benar produk parpol. Bahkan, mereka bisa sangat terkenal melebihi institusi atau organisasi lain. Parpol menjadi penyedia pakar yang dibutuhkan masyarakat.
Di samping fungsional, maka kader partai juga menempuh jalur karier elektoral. Lagi-lagi dari mula hingga level utama.
Para kader dilibatkan dan diukur dalam sejumlah kegiatan pemilu yang harus dilalui secara berjenjang mulai tahap awal, semisal, menjadi panitia kampanye, saksi, tim advokasi pilkada hingga menjadi tim pemenangan baik calon maupun parpol. Karier tertinggi jalur ini ialah menjadi kandidat presiden/wapres, kepala daerah atau caleg. Puncak lain yang bisa dicapai ialah jabatan politis, seperti menteri, diplomat jabatan politis lain di daerah.
Kedua, jenjang karier itu menunjukkan pada level mana keahlian dan kesiapan seorang kader parpol untuk berkiprah dan diterjunkan sebagai kandidat caleg mumpuni. Ada pejenjangan caleg yang jelas dan teratur yang ditunggu rakyat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved