Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TERMINAL 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, tahun lalu dinobatkan sebagai best airport of the year. Majalah Bandara sebagai pihak penilai menempatkan Terminal 3 mengungguli 10 bandara di Indonesia termasuk I Gusti Ngurah Rai Bali.
Beroperasi resmi pada 9 Agustus 2016, Terminal 3 sempat menyematkan nama ultimate saat pengukuh-an dirinya. Berhubung banyak kritik, akhirnya sabuk kemegahan itu dilepas tanpa acara perpisahan.
Namun, bila pengguna media sosial men-tag Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, emblem ultimate tetap menyertai. Ultimate berarti mutakhir atau paling akhir.
Sayang, tidak semua area pelayanan tergolong mutakhir. Salah satunya layanan jemput penumpang domestik. Tiga jalur akses depan lobi utama sudah habis terbagi. Jalur satu buat taksi reguler, jalur tengah bus, dan jalur tiga menuju gedung parkir.
Itu artinya, kendaraan pribadi tidak boleh menaikkan penumpang di jalur tiga. Kendaraan penjemput harus masuk gedung parkir. Padahal di sana kerap terjadi penumpuk-an kendaraan.
Pasalnya, area stop menaikkan penumpang/bagasi hanya satu jalur dan cuma cukup buat ukuran dua mobil. Adapun penjemput sedemikian banyak. Satu jalur lagi diambil taksi aplikasi.
Sungguh mengherankan bandara megah dengan fasilitas superlengkap memberikan ruang sangat terbatas buat penjemput mobil pribadi. Tak terhindarkan suasana pun mirip terminal bus.
Masalah penjemputan krusial di Terminal 3. PT Angkasa Pura II selaku pengelola telah mencoba mengatasi kesemrawutan dengan layanan drive thru pick-up zone.
Sistem jemput ini seperti memesan makanan cepat saji di outlet. Penjemput tidak perlu masuk ke gedung parkir alias bisa langsung ke titik drive thru saat jam padat pukul 16.00-21.00.
Kenyataannya tetap saja ruwet. Sebab kedatangan penjemput dengan penumpang berbeda waktu. Biasanya penjemput malah tiba di bandara sebelum pesawat yang ditunggu mendarat. Tidak ada zona tunggu bagi mereka di sekitar titik drive thru. Mau tak mau penjemput masuk juga ke gedung parkir.
Kemegahan Terminal 3 menjadi hambar saat keluar dari gedung. Contoh kecil, lift gedung parkir kelas mancanegara, tapi tangganya mirip pasar tradisional, basah dan kotor. Sekalipun lebih banyak digunakan pada saat darurat, tangga tersebut tetap bagian dari bangun-an bintang lima. Kesannya, habis manis sepah dibuang.
Terminal 3 proyek prestisius. Dana yang dikucurkan mencapai Rp5 triliun. Selayaknya layanan dalam dan luar gedung sama-sama bintang lima. Memang, tidak ada yang protes ketika Majalah Bandara menempatkan Terminal 3 sebagai best airport of the year 2017 di Indonesia. Unggul dibandingkan dengan Bandara I Gusti Ngurah Rai yang dikelola PT Angkasa Pura I yang tak kalah keren. Tapi, terkait kepuasan penumpang, Airport Council International (ACI) menempatkan I Gusti Ngurah Rai sebagai The 3rd world best airport pada 2016.
ACI bukan lembaga sembarangan yang bisa membuat hasil survei sesuai pesanan. ACI sebuah organisasi kebandarudaraan terkemuka di dunia berbasis di Montreal, Kanada. Penilaian lembaga tersebut merupakan pengakuan prestisius tingkat dunia.
Semoga ke depan, Terminal 3 bukan hanya cantik di dalam, tapi juga cakep di luar. Laksana suara mesin pesawat yang menderu-deru, masyarakat berharap Terminal 3 juga bergemuruh memperbaiki kekurangan kecil, namun vital agar dapat sejajar dengan raihan I Gusti Ngurah Rai dalam memuaskan pengguna jasa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved