Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BELUM lama ini, sekelompok anak muda dari kalangan milenial mengikuti perjalanan dengan kereta api dari Jakarta ke Wonosobo. Generasi dari kalangan melek internet ini, mengikuti program Peace Train Indonesia (PTI). Sebuah program traveling dengan peserta dari lintas agama dengan menggunakan kereta api menuju ke satu kota yang telah ditentukan.
Tahun lalu, kota yang disambangi adalah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, Jawa Timur. Untuk tahun ini, tujuannya adalah Wonosobo. Di kota kecil yang sejuk di Jawa Tengah tersebut, anak-anak muda yang terdiri dari berbagai pemeluk agama ini mengunjungi masjid tertua di Wonosobo, Al-Manshur, Gereja Kristen Jawa (GKJ), serta Vihara Bodhi Wahana.
“Tujuan Peace Train adalah mengajak anak-anak muda untuk mengenal perbedaan. Program ini sebagai jembatan pemuda lintas agama untuk mengenal satu sama lain,” ujar Anick HT, salah seorang penggagas program ini.
Banyak cara memang untuk menyuarakan perdamaian. Anick dan sejumlah kalangan dari generasi milenial, memilih traveling, saling berkunjung untuk mengenal dari dekat perbedaan. Mereka tak lelah menghapus sekat-sekat itu, yang oleh sebagian kalangan di negeri in justru kini berupaya ditarik-tarik untuk memantik perpecahan.
Dalam kondisi dan era yang berbeda, hal yang kurang lebih sama juga pernah disuarakan generasi bunga (flowers generation) di era akhir 60-an hingga 70-an, di barat sana. Muak dengan tidakan para penguasa, terutama di Amerika Serikat, yang atas nama hantu komunisme menjatuhkan bom-bom Napalm untuk membumi hanguskan warga tak berdosa di Vietnam, mereka lantas meledakkan budaya tandingan.
Demonstrasi di jalan dan panggung musik seperti Woodstock, lantas mereka jadikan altar untuk menyuarakan peralawanan. Give Peace a Change dan Imagine-nya-John Lennon, serta Peace Train yang dilantunkan Cat Stevens, adalah sebagian dari kidung-kidung damai yang mereka jadikan senjata kala itu.
“Peace Train adalah lagu yang saya tulis, pesannya terus menerpa melalui hati jutaan orang. Ada kebutuhan kuat bagi orang-orang untuk merasakan harapan (damai) itu, bangkit kembali. Sebagai umat manusia dan seorang muslim, ini adalah kontribusi saya untuk solusi damai,” ujar Cat Stevens yang kini berganti nama menjadi Yusuf Islam , mengenai lagu yang ia rilis pada 1971 tersebut, seperti dikutip Billboard, pada 2003. Pada tahun tersebut, lagu itu ia daur ulang dan didedikasikan untuk anak-anak korban perang di Irak.
Lagu memang tak sepenuhnya bisa menghentikan perang dan kebencian dari muka bumi. Tapi, percayalah, tetap akan selalu ada anak muda dari generasi ke generasi seperti Anick dkk, yang lewat berbagai medium, tak pernah lelah menyemaikan pesan damai. Seperti kata Lennon,.”I Hope Someday You’ll Join Us and The World Will be as One. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved