Piala Thomas 2026: Ubed Atasi Ketegangan demi Pastikan Kemenangan Indonesia Atas Tailan

Khoerun Nadif Rahmat
26/4/2026 21:43
Piala Thomas 2026: Ubed Atasi Ketegangan demi Pastikan Kemenangan Indonesia Atas Tailan
Moh Zaki Ubaidillah(Dok PBSI)

LANGKAH tim bulu tangkis Merah Putih dalam babak penyisihan Grup D Piala Thomas 2026 di Forum Horsens, Denmark, Minggu (26/4), berakhir dengan kemenangan tipis 3-2 atas Tailan.

Tunggal putra Moh Zaki Ubaidillah menjadi pahlawan setelah memastikan poin penentu bagi Indonesia di partai pemungkas.

Perjuangan Indonesia tidak berjalan mulus sejak awal laga. Tunggal pertama, Jonatan Christie, harus merelakan poin pembuka kepada Thailand setelah ditekuk Kunlavut Vitidsarn. 

Dalam duel sengit tiga gim, Jonatan menyerah dengan skor 16-21, 21-16, dan 20-22, yang membuat Indonesia tertinggal 0-1.

Harapan kembali terbuka saat pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani turun di partai kedua.

Mereka sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah menumbangkan duet Chaloempoen Charoenkitamorn/Worrapol Thongsa-nga dengan skor 21-17 dan 21-18.

"Alhamdulillah kami bisa amankan poin untuk mudah-mudahan menambah kepercayaan diri teman-teman yang main setelah kami dan bisa membawa Indonesia menang," ujar Sabar.

Meski sempat unggul jauh di gim kedua, Sabar mengaku sempat lengah sehingga lawan mampu mengejar poin. Sementara itu, Reza Pahlevi menambahkan bahwa instruksi pelatih menjadi kunci kemenangan mereka.

"Dengan kondisi shuttlecock yang kencang, pelatih memang terus menginstruksikan kami untuk menyerang dan tidak kendur," kata Reza. 

Indonesia kembali berada di posisi sulit saat Alwi Farhan harus mengakui keunggulan Panitchaphon Teeraratsakul melalui tiga gim 21-14, 17-21, dan 16-21. Skor 1-2 kembali menempatkan tekanan besar bagi kubu Indonesia.

Namun, strategi pelatih memasangkan Fajar Alfian dengan pemain muda Nikolaus Joaquin di partai keempat terbukti ampuh.

Mereka menyamakan skor menjadi 2-2 usai melalui pertarungan dramatis melawan Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul dengan skor 19-21, 21-17, dan 25-23.

"Syukur alhamdulillah bisa mengambil poin dari lawan, menyamakan kedudukan. Partai yang sangat ramai, seru dan juga luar biasa rasanya bisa berpasangan dengan Joaquin. Ini strategi pelatih dan kami bersyukur bisa menjalankan tugas dengan baik," ucap Fajar.

Fajar tidak memungkiri adanya rasa tegang saat masuk ke lapangan dalam kondisi tim tertinggal. Selain itu, ia sempat menyoroti kepemimpinan hakim servis yang merugikan kedua belah pihak. 

Hal senada diungkapkan Joaquin yang merasa terganggu dengan keputusan fault servis sebanyak enam kali, namun ia tetap fokus mencari poin demi poin. 

"Ini jadi pengalaman berharga untuk saya. Senang sekali di Piala Thomas bisa berpasangan dengan a Fajar lalu di kursi pelatih ada koh Anton dan koh Hendra. Saya banyak mendapat ilmu," tutur Joaquin.

Keberhasilan Indonesia akhirnya ditentukan oleh Moh Zaki Ubaidillah atau yang sapa dipanggil Ubed, di partai kelima. Tampil dengan ketenangan tinggi, pemain yang akrab disapa Ubed ini menaklukkan Tanawat Yimjit dua gim langsung 21-11 dan 21-12.

"Tadi alhamdulillah cukup baik pertandingannya dan bisa diberi kemenangan tanpa cedera. Awal-awal sempat tegang juga, ada pressure karena ada tanggung jawab buat tim," kata Ubaidillah. 

Ia mengaku sudah siap dengan skenario menjadi penentu kemenangan dan mendapatkan dukungan moral yang besar dari para senior.

"Saya berusaha lebih tenang dan setelah poin 11 ke atas saya bisa mengatasi ketegangan itu," pungkasnya. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya