Kejurnas Akuatik 2026 Jadi Arena Seleksi Atlet Nasional

Budi Ernanto
25/4/2026 20:59
Kejurnas Akuatik 2026 Jadi Arena Seleksi Atlet Nasional
Ilustrasi.(ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)

PB Akuatik Indonesia kembali menggelar Kejuaraan Nasional Akuatik Indonesia 2026 yang akan berlangsung di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada 28 April hingga 7 Mei mendatang. Ajang ini menjadi salah satu agenda penting dalam pemetaan kekuatan atlet nasional sekaligus proses seleksi menuju berbagai kejuaraan internasional.

Sebanyak 24 provinsi ambil bagian dalam kompetisi tersebut dengan mengirimkan ribuan atlet terbaik mereka. Para peserta akan bersaing di empat cabang olahraga akuatik, yakni renang, polo air, loncat indah, dan renang artistik.

Kejuaraan tahun ini dipandang memiliki arti strategis karena bukan hanya menjadi arena perebutan gelar nasional, tetapi juga penentu peluang atlet untuk masuk ke pelatnas dan memperkuat tim Indonesia di level internasional.

Wakil Ketua Umum Bidang Pembinaan Prestasi dan Sport Science PB Akuatik Indonesia, Wisnu Wardhana, mengakui penyelenggaraan tahun ini menghadapi tantangan besar di tengah situasi global yang belum stabil. Meski demikian, pihaknya memastikan kejuaraan tetap dijalankan secara maksimal.

"Tentunya PB Akuatik Indonesia terus berupaya maksimal untuk menyukseskan Kejurnas tahun ini ditengah situasi global yang tidak menentu seperti sekarang ini olaraga harus tetap terus berprestasi. Melalui Kejurnas kita bisa memiliki database baru atlet-atlet Akuatik Merah Putih yang memiliki potensi besar dan bisa untuk evaluasi promosi dan degradasi pelatnas juga," ujar Wisnu dalam keterangannya, Sabtu (25/4).

Jadi Tolak Ukur Menuju Ajang Internasional

PB Akuatik Indonesia menjadikan Kejurnas tahun ini sebagai bagian penting dalam proses pembentukan tim nasional. Kompetisi ini akan menjadi seleksi atlet yang diproyeksikan tampil pada SEA Age Group Championships ke-48 di Malaysia serta ajang Kejuaraan Kelompok Umur Asia.

Wisnu menegaskan bahwa hasil dari kejuaraan ini juga akan dipakai untuk mengevaluasi persiapan menuju Asian Games 2026 sekaligus menyusun tim bayangan menuju SEA Games 2027.

"Ajang ini juga momentum yang bagus untuk kita melakukan evaluasi persiapan pelatnas Akuatik untuk Asian Games 2026 dan pembentukan tim bayangan pelatnas SEA Games 2027," jelas Wisnu.

Persaingan diperkirakan berlangsung ketat karena banyak atlet melihat Kejurnas sebagai pintu utama menuju pelatnas nasional.

Wakil Ketua Branding dan Marketing PB Akuatik Indonesia sekaligus Ketua Panitia Kejurnas Akuatik Indonesia 2026, Wirmandi Sugriat, menilai kualitas persaingan tahun ini akan meningkat dibanding edisi sebelumnya.

“Kejuaraan ini diikuti oleh perenang-perenang terbaik dari seluruh Indonesia karena menjadi acuan bagi mereka jika ingin masuk di tim Pelatnas Renang dan tidak hanya untuk renang, tetapi juga bagi cabor-cabor Akuatik lainnya," jelas Irman panggilan akrabnya.

Hadirkan Format Baru Lewat Time Trial

Salah satu pembaruan dalam Kejurnas Akuatik Indonesia 2026 adalah hadirnya sesi Time Trial pada cabang renang. Program ini akan digelar di sela jeda antara babak penyisihan dan final.

Format tersebut dirancang untuk memberi kesempatan tambahan kepada atlet yang belum memenuhi batas waktu kualifikasi ataupun mereka yang ingin memperbaiki catatan waktunya agar dapat tampil di nomor lain.

Langkah ini dinilai penting untuk memberi ruang lebih luas bagi atlet mengembangkan performa dan meningkatkan peluang bersaing di level nasional.

Untuk cabang renang dan polo air, pertandingan dijadwalkan berlangsung pada 28 April hingga 1 Mei. Sementara cabang loncat indah dan renang artistik akan dipertandingkan mulai 5 hingga 7 Mei.

Masyarakat juga dapat menyaksikan langsung seluruh pertandingan secara gratis di Stadion Akuatik GBK, Senayan.

Penyelenggaraan Kejurnas Akuatik Indonesia 2026 turut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Bank Central Asia, Bank Mandiri, Pertamina Bina Medika IHC, serta sejumlah mitra lainnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya