Sinergi Kemenpora dan Kemendiktisaintek Perkuat Sport Science di Kampus

Khoerun Nadif Rahmat
17/4/2026 21:33
Sinergi Kemenpora dan Kemendiktisaintek Perkuat Sport Science di Kampus
Menpora Erick Thohir (kanan).(Dok Istimewa )

KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi menjalin kerja sama strategis. Kerja sama tersebut untuk mengembangkan potensi atlet dan riset keolahragaan di lingkungan perguruan tinggi.

"Hari ini kami mendapatkan kerja sama yang bisa benar-benar memberikan solusi menyeluruh kepada atlet kita (di perguruan tinggi)," ujar Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir.

Erick menjelaskan bahwa poin krusial dalam kerja sama ini mencakup pemanfaatan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang kini telah diperbarui bagi para atlet. 

Skema beasiswa tersebut kini mencakup studi di institusi pendidikan dalam negeri maupun luar negeri. Selain itu, sinergi ini menyasar optimalisasi fasilitas olahraga, pengembangan sport science, penguatan riset, hingga standardisasi kompetisi seperti Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas).

Menurut Erick, peran utama penyelenggaraan Pomnas tetap berada di bawah kendali Kemendiktisaintek, sementara Kemenpora berperan menjaga kualitas dan standar kompetisi.

Ia pun mendorong klub-klub olahraga di kampus untuk memaksimalkan penggunaan fasilitas yang telah dibangun pemerintah.

Langkah ini disebut Erick selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menginstruksikan sinergi antar-kementerian demi memperbaiki pelayanan publik dan mencapai efisiensi program.

"Terima kasih kepada Mendiktisaintek atas kerja sama ini yang membuktikan pembangunan pemuda dan olahraga mendapat dukungan dari banyak kementerian," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Mendiktisaintek Brian Yuliarto menekankan pentingnya menumbuhkan budaya olahraga di kampus demi melahirkan generasi muda yang sehat dan produktif.

Ia berharap perguruan tinggi terus konsisten menjadi inkubator bagi talenta-talenta atlet unggulan nasional.

Brian juga menyoroti aspek penelitian dan pengembangan sebagai fondasi kemajuan olahraga modern. Untuk itu, ia akan menggerakkan para dosen dan peneliti untuk mendalami bidang sport science serta manajemen olahraga sebagai rujukan bagi kebijakan Kemenpora.

Selain pengembangan riset, Brian melihat peluang bagi kampus untuk mengambil peran dalam pengelolaan sarana olahraga agar tetap memiliki manfaat berkelanjutan, termasuk fasilitas bekas Pekan Olahraga Nasional (PON).

"Itu juga sangat mungkin untuk kita kelola melalui perguruan tinggi sehingga utilitasnya dapat terjaga, termasuk juga pemeliharaannya tentu dapat terjaga," pungkas Brian. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya