Transformasi Janice Tjen: dari Tenis Universitas Menuju Panggung WTA

Khoerun Nadif Rahmat
16/4/2026 12:34
Transformasi Janice Tjen: dari Tenis Universitas Menuju Panggung WTA
Ilustrasi(Dok WTA)

INDONESIA melahirkan bintang baru di pentas tenis dunia melalui Janice Tjen yang mengakhiri penantian panjang lebih dari dua dekade prestasi tenis nasional di level tertinggi.

Janice mencatatkan pencapaian bersejarah dengan menembus peringkat 36 dunia pada Februari 2026 lalu. Hasil tersebut menandai kembalinya wakil Indonesia ke jajaran elite tunggal putri WTA, yang terakhir kali dirasakan pada era Yayuk Basuki.

Perjalanan karier Janice terbilang melesat. Dalam waktu kurang dari dua tahun sejak meninggalkan kompetisi tenis universitas di Amerika Serikat, ia berhasil naik dari tanpa peringkat hingga masuk 50 besar dunia.

Sepanjang musim 2025, Janice menunjukkan konsistensi tinggi dengan membukukan 77 kemenangan serta meraih lima gelar WTA, termasuk empat di sektor ganda. Salah satu pencapaian paling menonjol adalah catatan 27 kemenangan beruntun yang mengantarkannya meraih gelar juara di Chennai Terbuka, India.

"Sejujurnya, saya tidak menyangka hal itu akan datang secepat itu. Saya sangat bangga bisa menempatkan Indonesia kembali di kancah tenis global," kata Janice dikutip laman Times of India.

Namanya mulai mendapat sorotan luas saat tampil di turnamen Grand Slam. Pada Amerika Serikat Terbuka 2025, Janice mencuri perhatian setelah lolos dari babak kualifikasi hingga meraih kemenangan di putaran pertama babak utama.

Pengalaman tersebut menjadi titik penting dalam membangun kepercayaan dirinya. Selain itu, Janice juga mampu memberikan perlawanan ketat dalam debutnya di Australia Terbuka 2026, yang semakin menegaskan potensinya di level tertinggi.

"Berhasil lolos kualifikasi dan memenangkan satu babak di Amerika Serikat Terbuka sangat besar bagi kepercayaan diri saya. Itu membuat saya percaya pada level permainan saya sendiri," tambahnya.

Meski kini menjadi sorotan publik, Janice menegaskan tidak terbebani oleh ekspektasi. Ia justru menjadikan dukungan masyarakat Indonesia sebagai motivasi tambahan.

"Saya tahu bahwa selama saya terus bekerja keras, saya selalu memiliki Indonesia di belakang saya. Itu adalah sesuatu yang sangat saya banggakan," tegasnya.

Di bawah arahan pelatih Chris Bint, Janice kini memfokuskan diri pada menjaga konsistensi fisik dan mental menghadapi padatnya musim 2026. Selain turnamen individu, ia juga membidik kontribusi maksimal untuk Indonesia di ajang beregu dunia, Piala Billie Jean King. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya