Keterpurukan Yamaha di MotoGP 2026, Pembalap Merasa tak Berdaya di Lintasan

Khoerun Nadif Rahmat
07/4/2026 15:06
Keterpurukan Yamaha di MotoGP 2026, Pembalap Merasa tak Berdaya di Lintasan
Ilustrasi(Dok Istimewa)

KRISIS performa Yamaha pada awal musim MotoGP 2026 mencapai titik nadir setelah para pebalapnya kesulitan bersaing, termasuk Alex Rins yang mengaku merasa tidak berguna di lintasan.

Yamaha tengah menjalani fase transisi melalui pengembangan mesin V4 anyar pada musim MotoGP 2026. Namun, proses tersebut belum membuahkan hasil positif.

Dalam tiga seri awal, pabrikan asal Jepang itu baru mengoleksi sembilan poin di klasemen konstruktor. Situasi semakin sulit setelah pebalap andalan mereka, Fabio Quartararo, dipastikan akan bergabung dengan Honda pada musim depan.

Kondisi terburuk terlihat pada Grand Prix Amerika Serikat di Circuit of the Americas (COTA). Empat pebalap Yamaha menempati empat posisi terbawah dalam klasemen akhir.

Rins menjadi yang paling tertinggal. Ia finis di posisi terakhir dengan selisih 38,701 detik dari pemenang, serta terpaut lebih dari 10 detik dari Quartararo yang berada tepat di depannya.

Usai balapan, Rins mengungkapkan kekecewaannya terhadap performa motor yang ia tunggangi sepanjang akhir pekan.

"Melihat keempat Yamaha berada di belakang bukan hal yang baik. Bukan berarti saya benar-benar terkejut, tetapi saya berkata pada diri sendiri, 'Wow, kita semua ada di sini?'," kata Rins dikutip dari Crash.

Ia menjelaskan kendala utama muncul pada fase awal balapan akibat respons motor yang tidak konsisten.

"Hingga lap kedelapan, motor tidak merespons ketika saya membuka gas saat keluar dari Tikungan 1 dan 11. Di beberapa lap motor terasa baik, tetapi di lap lain saya merasakan masalah ini," jelasnya.

Masalah tersebut juga sudah dirasakan sejak sesi pra-kualifikasi, saat ia kesulitan mengendalikan motor.

"Pada run kedua saya di pra-kualifikasi, motor tidak bekerja. Saya melebar di setiap tikungan. Saya tidak bisa berbelok, mengubah arah, atau melakukan apa pun, dan saya merasa tidak berguna di atas motor," tegas Rins.

Kondisi itu membuatnya sempat mempertanyakan posisinya sebagai pebalap.

"Saya berkata pada diri sendiri, 'Apa yang saya lakukan di sini?' Ada momen ketika saya tidak menikmatinya, dan saya akhirnya bertanya pada diri sendiri, 'Apa yang sedang kita lakukan?'," kat Rins.

Situasi yang dihadapi Rins sejalan dengan pernyataan Quartararo yang menyebut Yamaha belum menemukan solusi atas berbagai masalah pada motor V4 M1.

Sementara itu, bos Yamaha Paolo Pavesio sebelumnya juga mengakui timnya menghadapi tantangan besar. Ia menyebut Yamaha memiliki "gunung yang harus didaki" untuk kembali bersaing di barisan depan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya