Carlos Alcaraz Siap Pertahankan Gelar Monte Carlo Masters 2026

Basuki Eka Purnama
07/4/2026 05:38
Carlos Alcaraz Siap Pertahankan Gelar Monte Carlo Masters 2026
Petenis Spanyol Carlos Alcaraz(AFP/Matthew Stockman/Getty Images)

PETENIS peringkat satu dunia, Carlos Alcaraz, menyatakan kesiapannya untuk mengarungi musim lapangan tanah liat dengan penuh antusias. Turnamen ATP Masters 1000 Monte Carlo menjadi panggung pembuka bagi petenis asal Spanyol tersebut, saat ia datang dengan status sebagai juara bertahan.

Alcaraz mengungkapkan kegembiraannya bisa kembali ke turnamen yang dianggapnya memiliki atmosfer dan estetika paling indah dalam tur ATP. Baginya, Monte Carlo bukan sekadar kompetisi, melainkan tempat di mana ia merasa sangat nyaman dengan permukaan lapangan yang telah membesarkannya.

"Saya sangat, sangat senang bisa kembali ke Monte Carlo. Sejujurnya, saya sangat merindukan turnamen ini. Saya akan mencoba menikmati permukaan yang indah ini sebaik mungkin," ujar Alcaraz sebagaimana dikutip dari ATP, Selasa (7/4).

Titik Balik Karier

Kembali ke Monte Carlo membawa memori positif bagi petenis berusia 22 tahun ini. Pada musim 2025, turnamen ini menjadi titik balik krusial dalam kariernya. Setelah sempat mengalami tren negatif dengan kekalahan beruntun di Indian Wells dan Miami, Alcaraz justru bangkit di Monako dan mencatatkan rekor kemenangan yang impresif.

"Minggu ini benar-benar sangat penting. Ini adalah titik balik tahun 2025. Setelah perasaan yang saya dapatkan di sini, saya menjadi semakin baik dan memahami bagaimana seharusnya saya bermain," kenang Alcaraz.

Dominasi Alcaraz di lapangan tanah liat memang bukan tanpa alasan. Statistik menunjukkan bahwa ia merupakan salah satu pemain paling mematikan di permukaan ini, hanya terpaut tipis dari legenda seperti Rafael Nadal dan Bjorn Borg.

Petenis Persentase Kemenangan (Tanah Liat)
Rafael Nadal 90,5%
Bjorn Borg 86,1%
Carlos Alcaraz 84,4%

Misi Mempertahankan Takhta

Sebagai unggulan teratas, Alcaraz mendapatkan bye di babak pertama. Ia dijadwalkan akan menghadapi pemenang antara mantan petenis peringkat tiga dunia, Stan Wawrinka, atau Sebastian Baez pada babak kedua.

Meskipun posisinya sebagai peringkat satu dunia saat ini sedang dibayangi oleh Jannik Sinner, Alcaraz memilih untuk tetap fokus pada performanya di lapangan daripada memikirkan tekanan sebagai juara bertahan.

"Berada di sini sebagai juara bertahan adalah sesuatu yang jujur saja tidak saya pikirkan. Saya hanya mencoba berada dalam pola pikir yang baik dan mencoba menjadi lebih baik setelah setiap sesi latihan," pungkasnya. (Ant/Z-1)

Info Turnamen: Carlos Alcaraz tumbuh besar di lapangan tanah liat sejak usia empat tahun dan baru mulai mengenal lapangan keras pada usia delapan tahun. Hal inilah yang membuatnya memiliki ikatan emosional yang kuat dengan musim lapangan tanah liat Eropa.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya