LUPAKAN segala kontroversi sebab tugas berat sudah menanti. Begitu mungkin kira-kira pesan yang ingin disampaikan arsitek Liverpool Brendan Rodgers kepada anak-anak asuhnya seusai pertandingan leg I babak 32 besar Liga Europa, kemarin dini hari. Juru taktik asal Irlandia Utara itu memang tidak mau berbicara banyak mengenai duel timnya melawan Besiktas yang menyisakan sedikit kontroversi.
Alih-alih larut dalam kontroversi tersebut, Brendan justru meminta para pemainnya untuk langsung fokus menghadapi laga selanjutnya.
Menurut dia, mereka tidak boleh terjebak dalam satu masalah yang bisa merusak keharmonisan tim karena tugas berat sudah menanti.
Besok (Minggu, 22/2) 'si Merah' memang akan melakoni laga yang cukup berat. Mereka akan menantang tim peringkat empat Southampton di St Mary's Stadium. "Saya pikir kami punya banyak laga yang berat. Besok kami akan menghadapi Southampton (Soton). Jadi kami lebih suka fokus menghadapi laga-laga selanjutnya," tegas Rodgers.
Soal kontroversi tendangan penalti Mario Balotelli yang mewarnai kemenangan timnya, mantan arsitek Swansea City itu memilih bicara diplomatis. Menurut dia, sejatinya memang Steven Gerrard-lah yang mengeksekusi penalti, tapi itu bergantung pada situasi di lapangan
"Seharusnya memang Steven (Gerrard) yang mengambil penalti tersebut, tapi kami punya sejumlah penendang penalti bagus dan yang paling penting kami menang," tugas Rodgers. Kontras dengan sang manajer, Gerrard mengkritik keras tindakan Balotelli. "Jordan seharusnya yang mengambil penalti itu. Tapi kredit untuk Mario karena dia berhasil bikin gol. Saya pikir Jordan sudah menangani situasi itu dengan sangat baik. Dia tahu bahwa Mario sangat ingin bikin gol," tegas Gerrard yang absen dalam laga tersebut karena cedera amstring.
Dalam duel di Stadion Anfi eld tersebut, Balotelli memang tokoh sentral. Ia menjadi pahlawan dan sekaligus tokoh kontroversi timnya. Kejadian itu bermula ketika ia mengambil tendangan penalti yang didapatkan timnya setelah Jordon Ibe dilanggar di kotak penalti
pada menit ke-85. Padahal bila sang eksekutor utama Steven Gerrard tidak bermain, Jordan Henderson-lah yang seharusnya menjadi algojo.
Namun, Balotelli yang baru masuk di pertengahan babak kedua tiba-tiba merebut bola yang sedang dipegang Henderson dan mengeksekusi penalti itu. Untungnya bola tendangan Balotelli masuk. Meski begitu, ulah pemain Italia itu sepertinya tidak membuat senang rekan-rekan setimnya. Henderson pun memperlihatkan mimik muka kurang senang. Bahkan, Daniel Sturridge sampai terlihat menegur Balotelli. Namun, setelah pertandingan, Balotelli segera menghampiri Henderson dan memeluknya.
Lewat akun Instagramnya, pemain berdarah Ghana itu juga meminta kejadian tersebut tidak menjadi polemik. 'Terima kasih (kepada) Hendo yang sudah membiarkanku mengambil penaltinya. Sekarang hentikan dramanya. Kami menang, itu yang penting', tulis Balotelli.
Bentrokan suporter Bentrokan antarsuporter sempat terjadi menjelang pertandingan antara Feyenoord dan AS Roma. Sekelompok fan Feyenoord disebut-sebut sempat membuat kekacauan hingga terlibat bentrokan dengan polisi di Kota Roma.
"Apa yang terjadi di Roma benarbenar menyedihkan. Saya tentu menyesalkan kejadian itu," ujar Direktur Umum Feyenoord Eric Gudde Pertandingan antara Roma dan Feyeenord di Stadion Olimpico berakhir dengan skor imbang 1-1. Roma unggul lebih dulu lewat gol Gervinho. Tim tamu berhasil memaksakan hasil imbang lewat gol Colin Kazim-Richards.