Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
CARLOS Alcaraz percaya dirinya mampu memenangi Wimbledon setelah berhasil merebut gelar pertamanya di lapangan rumput di turnamen Queen's Club. Meski begitu, petenis Spanyol itu merasa Novak Djokovic tetap menjadi favorit untuk memenangi turnamen Grand Slam tersebut.
Alcaraz mengalahkan Alex de Minaur 6-4 dan 6-4 di final di Queen's Club, yang merupakan gelar kelimanya musim ini sekaligus membawanya kembali menjadi petenis nomor satu dunia.
Pertenis berusia 20 tahun itu bermain di rumput untuk turnamen ketiga dalam kariernya dan menunjukkan perkembangan yang mengesankan sepanjang pekan di Queen's Club setelah hampir kalah dari petenis Prancis Arthur Rinderknech di putaran pertama.
Baca juga: Bublik Jadi Juara di Halle Usai Tekuk Rublev
Juara Amerika Serikat (AS) Terbuka itu memenangi empat pertandingan berikutnya tanpa kehilangan satu set pun dan yakin bisa melewati putaran keempat di Wimbledon untuk pertama kalinya, sementara Djokovic bersiap memenangi Wimbledon untuk kedelapan kalinya bulan depan.
AFP/Adrian DENNIS--Petenis Spanyol Carlos Alcaraz
"Saya cukup percaya diri menjelang Wimbledon. Saya mengakhiri pekan ini dengan bermain di level tinggi, jadi saat ini saya merasa menjadi salah satu favorit juara Wimbledon, tapi saya harus mendapatkan lebih banyak pengalaman di lapangan rumput," kata Alcaraz, seperti disiarkan AFP, Senin (26/6).
"Novak adalah favorit utama untuk menjuarai Wimbledon, tapi saya akan mencoba bermain di level ini untuk memiliki peluang mengalahkannya atau mencapai final."
Baca juga: Juarai Queen's Club, Alcaraz Kembali ke Peringkat Satu
"Saya melihat statistik bahwa Novak telah memenangi lebih banyak pertandingan di Wimbledon daripada 20 pemain top lainnya (gabungan). Apa yang bisa Anda katakan tentang hal itu? Novak adalah favorit utama untuk memenangi Wimbledon. Itu jelas."
"Tapi saya akan mencoba untuk bermain di level ini, untuk memiliki peluang untuk mengalahkannya atau mencapai final di Wimbledon," lanjutnya.
Djokovic telah berkuasa di SW19 sejak 2018. Dia tidak pernah kalah di Centre Court dalam 10 tahun sejak kalah dari Andy Murray di final.
Namun, Alcaraz berharap penonton berpihak padanya jika dua unggulan teratas itu bertemu di final.
"Saya melihat Djokovic tidak pernah kalah dalam pertandingan di Center Court sejak 2013 ketika dia kalah melawan Andy. Jadi sepuluh tahun tanpa kalah dalam pertandingan di lapangan tengah, itu gila," kata Alcaraz.
"Tapi, saya berharap penonton di belakang saya mengubah statistik itu," pungkasnya. (Ant/Z-1)
Boris Becker baru berusia 17 tahun, tujuh bulan, dan 15 hari ketika ia mengalahkan Kevin Curren pada 1985, menjadikannya juara tunggal putra Wimbledon termuda sepanjang masa.
Swiatek mengalahkan Guo Hanyu, petenis dari babak kualifikasi, dengan skor meyakinkan 6-3, 6-1.
Sinner memilih untuk fokus ke pemulihan cedera yang didapatnya di Wimbledon 2025.
Juara Wimbledon 2025 Jannik Sinner memberikan hadiah berupa bola tenis bertanda tangan kepada Pangeran George dan Putri Charlotte.
Carlos Alcaraz mengaku kekalahannya atas Jannik Sinner di Wimbledon memotivasinya untuk terus berkembang.
Jannik Sinner berhasil mengukir sejarah di Wimbledon setelah menundukan rivalnya Carlos Alcaraz 4-6, 6-4, 6-4, 6-4.
Carlos Alcaraz resmi mengakhiri musim lapangan tanah liat 2026. Petenis Spanyol ini absen di Roma dan Roland Garros karena cedera pergelangan tangan.
JUARA bertahan Roland Garros, Carlos Alcaraz, memilih menahan diri ketimbang memaksakan comeback cepat dari cedera dan mungkin akan absen dari turnamen grand slam French Open.
Carlos Alcaraz dinobatkan sebagai atlet terbaik dunia di Laureus World Sports Awards 2026 setelah musim 2025 yang gemilang dengan delapan gelar juara.
Carlos Alcaraz dan Novak Djokovic resmi mundur dari Madrid Open 2026 akibat cedera. Simak kondisi terkini dua bintang tenis dunia tersebut di sini.
Madrid Terbuka 2026 kehilangan dua bintang utamanya setelah Carlos Alcaraz dan Novak Djokovic memutuskan mundur akibat cedera.
Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz bertekad melanjutkan dominasi mereka di Roland GarrosĀ setelah menguasai sembilan gelar Grand Slam terakhir secara kolektif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved