Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Rafael Nadal mengatakan bahwa dia tidak bisa terus bermain jika kakinya yang cedera harus terus mati rasa akibat suntikan penghilang rasa sakit yang diberikan sebelum bertanding.
“Saya tidak bisa terus seperti ini (menyuntikkan penghilang rasa sakit), tetapi saya berusaha untuk mencari jalan keluar untuk itu,” ungkap Nadal setelah memenangi final Roladn Garros, Minggu (5/6), seperti dikutip AFP.
Petenis berusia 36 tahun yang juara tertua di Roland Garros itu mengungkapkan bahwa dia membutuhkan suntikan penghilang rasa sakit di kaki kirinya di setiap pertandingan. Dia akan menjalani perawatan lagi pekan ini di Spanyol.
“Dengan keadaan seperti ini, saya tidak bisa dan tidak ingin terus seperti ini. Saya akan terus berusaha untuk mencoba menemukan solusi dan memulihkan apa yang terjadi di kaki,” ujarnya.
“Jika (perawatan) berhasil saya akan terus bermain. Jika tidak itu akan menjadi cerita lain dan saya akan bertanya pada diri sendiri apakah saya siap untuk melakukan operasi besar yang mungkin tidak menjamin saya akan kompetitif dan membutuhkan waktu lama untuk kembali,”
Petenis Spanyol itu mengakui bahwa menyuntikkan anestesi di saraf kaki kirinya adalah satu-satunya cara agar dia bisa melewati setiap pertandingan.
Dengan kondisi seperti itu, Nadal belum memastikan apakah dia akan turun di Wimbledon yang akan dimulai tiga pekan lagi.
“Saya akan tampil di Wimbledon jika tubuh saya siap. Itu saja. Wimbledon adalah turnamen yang tidak ingin saya lewatkan,” ucapnya.
“Saya tidak bisa memberikan jawaban pasti. Kita lihat saja nanti bagaimana hasil perawatannya,” kata peraih 22 gelar Grand Slam itu.
Jika perawatan berhasil dan Nadal bisa bertahan dengan obat anti-peradangan dan bukan anestesi, dia akan berada di All England Club setelah absen pada tahun lalu.
“Jika saya bisa bermain dengan anti-inflamasi, ya. Tapi jika harus bermain dengan suntikan anestesi, tidak. Saya tidak ingin menempatkan diri saya di posisi itu lagi.” (Ant/OL-12)
Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz bertekad melanjutkan dominasi mereka di Roland Garros setelah menguasai sembilan gelar Grand Slam terakhir secara kolektif.
Sebanyak 100 dari 101 petenis putri peringkat teratas WTA telah mengonfirmasi kehadiran mereka di Roland Garros.
Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri harus puas keluar sebagai runner up pada ajang Prancis Terbuka 2025.
Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani dihentikan ganda Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan 19-21, 21-16, dan 19-21 di laga perempat final Prancis Terbuka.
Di laga perempat final Prancis Terbuka, Fajar/Fikri mengalahkan pasangan Malaysia Junaidi Arif/Roy King Yap, dengan 21-14 dan 24-22.
Indonesia tidak lagi memiliki wakil di tunggal putra.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved