Brasil Beruntung Punya Neymar

Satria Sakti Utama
16/6/2015 00:00
Brasil Beruntung Punya Neymar
(AFP/RODRIGO BUENDIA)
NEYMAR menjadi sosok pembeda saat Brasil menang 2-1 atas Peru pada laga perdana Grup C Copa Amerika di Stadion Nasional Bicentenario German Becker, kemarin pagi. Pelatih Carlos Dunga pun tak sungkan memujinya.

Pemain yang merumput bersama Barcelona itu tampil apik setelah membukukan gol penyeimbang pada menit kelima setelah Peru unggul cepat saat laga baru berjalan 3 menit.

Ia pun memberi andil terciptanya gol kemenangan Brasil pada masa perpanjangan waktu babak kedua. Assist pemain 23 tahun itu mampu dimaksimalkan gelandang Shaktar Donetsk Douglas Costa pada menit 92. Gol tersebut sekaligus menjadi gol perdana Costa membela panji Selecao.

"Neymar ialah pemain penentu. Ia menikmati musim luar biasa bersama Barcelona. Namun, semua orang di dalam tim juga krusial. Kompetisi ini sangat berbeda," ujar Dunga. Selain memuji Neymar, Dunga pun memuji permainan Peru yang menyulitkan Brasil sepanjang laga. Bahkan Neymar dkk membutuhkan waktu 87 menit untuk membalikkan keadaan. "Peru banyak memberi kesulitan, khususnya di babak kedua. Ini bukti bahwa semua tim yang melawan Brasil ingin menunjukkan penampilan yang terbaik.

"Pelatih Peru Ricardo Gareca juga melemparkan pujian kepada pemain mudanya, Christian Alberto Cueva, yang mampu mencetak gol. "Dia membuat pertandingan hebat, Cueva bermain baik di sayap kanan. Perkembangannya di setiap laga penting bagi kami," ungkap Gareca.

Pelatih Argentina itu meminta agar skuat asuhannya dapat memanfaatkan dua pertandingan sisa untuk memastikan lolos ke babak selanjutnya.

Ia juga berharap agar penyerang andalannya, Jefferson Farfan, dapat bermain penuh. Sebelumnya, Farfan terkena alergi sehingga hanya bermain sebagai pemain pengganti di babak kedua.

Unggulan takluk Di pertandingan lainnya, status sebagai peringkat empat rangking FIFA membuat Kolombia menjadi salah satu tim unggulan meraih gelar Copa Amerika 2015. Apalagi deretan pemain bintang seperti penyerang AS Monaco Radamel Falcao, gelandang Real Madrid James Rodriguez, dan winger Chelsea Juan Cuadrado mengisi skuat asuhan Jose Pekerman itu.

Namun, peringkat 68 rangking FIFA, Venezuela secara mengejutkan mampu menaklukkan tim unggulan tersebut. Gol tunggal penyerang Zenit St Petersburg Salomon Rondon di menit 60 sudah cukup untuk membungkam Kolombia.

Pekerman menilai permainan anak asuhnya telat panas sehingga harus menerima hasil minor tersebut. Ia pun memberikan selamat kepada Ve nezuela yang bermain baik. "Ini merupakan pertandingan khas Copa

Amerika, ketika Anda memerlukansedikit waktu untuk menemukan ritme permainan.

Kami tentu menyesalkan kekalahanini, tapi selamat untuk Venezuela yang menjadi lawan yang berat bagi kami." Rondon yang menjadi aktor kemenangan Venezuela mengaku bangga dengan kerja keras timnya. "Kami memiliki pertandingan yang luar biasa. Saya selalu melakukan pekerjaan saya dengan baik dengan negara saya," kata Rondon. (AP/AFP/R-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya