Garuda Muda Bertekad Bawa Medali

Maggie Nuansa Mahardika, Ghani Nurcahyadi, Agung Wibowo Dari Singapura
15/6/2015 00:00
Garuda Muda Bertekad Bawa Medali
(AP/Joseph Nair)
KEKALAHAN telak 5-0 dari Thailand di semifinal sepak bola membuat tim nasional U-23 hanya akan memperebutkan medali perunggu.

Dalam perebutan tempat ketiga yang akan berlangsung di Stadion Nasional Singapura, Senin (15/6) itu, Indonesia akan berhadapan dengan Vietnam.

Walau hanya memperebutkan medali perunggu, pelatih Garuda Muda Aji Santoso mengatakan anak asuhnya tetap akan tampil agresif untuk bisa membawa pulang medali perunggu.

"Kami tetap akan bermain dengan semangat. Kami akan kejar itu (medali perunggu). Bisa dimainkannya kembali dua pemain bertahan andalan kita (Abduh Lestaluhu dan Agung Prasetyo) akan memperkuat barisan pertahanan," jelas Aji.

Dengan waktu yang amat sedikit untuk mempersiapkan timnya, Aji mengistirahatkan seluruh pemain pada Minggu (14/6).

Tidak ada latihan yang dilakukan oleh Timnas U-23.

Latihan ringan baru akan dilakukan pada pagi hari menjelang pertandingan melawan Vietnam.

Asisten pelatih Timnas U-23, Muhammad Zein Alhadad, mengatakan keputusan tidak menggelar latihan dimaksudkan untuk memulihkan secara total kondisi pemain yang energinya terkuras habis karena bermain sebanyak 5 pertandingan dalam 10 hari terakhir.

Tim kepelatihan, menurut Zein, melihat Vietnam merupakan tim yang cukup solid dan tidak mudah untuk dikalahkan.

Hal itu terlihat dari permainan Vietnam di semifinal yang terus menekan Myanmar meski akhirnya harus mengakui keunggulan Myanmar.

"Konsentrasi penuh dibutuhkan saat menghadapi Vietnam karena mereka merupakan tim yang tangguh. Yang pasti kita tetap berusaha dan berdoa untuk bisa merebut medali perunggu di pertandingan nanti," tandas Zein.

Tujuh wakil

Dari cabang bulu tangkis, Indonesia mengirimkan tujuh wakil ke babak semifinal.

Mereka ialah Hanna Ramadini (tunggal putri), Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (ganda putra), Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani dan Suci Rizki Andini/Maretha Dea Giovani (ganda putri), Praveen Jordan/Debby Susanto dan Riky Widianto/Richi Puspita Dili (ganda campuran).

Dua andalan Indonesia yang diharapkaan bisa menyumbang medali, Jonatan Christie dan Lindaweni Fanetri, justru gagal lolos ke empat besar.

Jonatan tersingkir setelah ditundukkan tunggal putra Malaysia Ching Wei Feng 22-20, 19-21, 18-21, sedangkan Lindaweni dikalahkan tunggal putri Vietnam Vu Thi Trang 19-21, 21-9, 17-21.

"Saya kurang tenang terutama di poin-poin akhir. Saya ingin cepat mematikan lawan sedangkan lawan menunggu saya melakukan kesalahan sendiri," tutur Jonatan.

Di cabang tenis lapangan, David Susanto akhirnya harus puas dengan hanya merebut medali perak tunggal putra.

Dalam final yang berlangsung di Kallang Tennis Center kemarin, David kalah dari atlet Thailand Warit Sornbutnark 6-4, 3-6, 3-6.

Kekalahan David membuat tim tenis tidak mampu menyumbang emas.

Padahal, tunggal putra merupakan nomor andalan untuk meraih target untuk mendapatkan hasil terbaik pada kejuaraan dua tahunan itu.

"Jadi saya berusaha semaksimal mungkin. Namun, hasilnya tidak sesuai dengan harapan saya," kata David. (R-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya