Peralihan Sempurna Seorang Maryam

MI
12/6/2015 00:00
Peralihan Sempurna Seorang Maryam
(ANTARA/Nyoman Budhiana)
AJAKAN Joshua Patroami, sang dosen, pada 2011 membuat Maryam Makdalena Daimoi harus berpikir keras. Bagaimana tidak, sebagai seorang atlet bola voli yang punya ambisi mengangkat Papua, Joshua justru meminta Maryam untuk berlatih dan menekuni olahraga dayung.

Ajakan itu tentu tidak langsung diterima Maryam. Pasalnya, dayung sama sekali yang tidak pernah ditekuni dara kelahiran Sentani, Papua, 20 Agustus 1989 itu.

Berniat tidak mau mengecewakan ajakan Joshua, Maryam pun kemudian pergi ke Danau Sentani, tempat sang dosen biasa memberikan latihan dayung. Awalnya Maryam hanya ingin coba-coba saja. Namun latihan dayung ternyata memberikan suasana baru bagi Maryam yang membuat dirinya semakin tertarik.

"Pelatih juga bilang bahwa tenaga saya untuk mendayung sudah bagus. Jadi dia tawarkan saya untuk menjadi atlet dayung profesional. Saya pun sebenarnya hanya coba-coba saja ketika datang ke Danau Sentani, tapi akhirnya lama-lama jadi tertarik juga," kata Maryam.

Setelah menjadi atlet dayung, Maryam langsung berlaga di ajang Pra-Olimpiade London 2012 di Korea Selatan pada 2011. Meski Maryam tidak lolos, kemampuannya membuat Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung (PB PODSI) tetap mempertahankannya dalam tim nasional dayung Indonesia.

Hasilnya, Maryam mampu menyumbang medali emas pada SEA Games 2013 Myanmar ketika berpasangan dengan Wahyuni pada nomor sculls ganda putri. Ia juga melengkapinya dengan merebut medali perak pada nomor tunggal di Myanmar.

Merasa belum puas, Maryam terus berusaha memperbaiki performa. Hasilnya, ia berhasil meraih medali emas pertamanya pada nomor tunggal saat tampil dalam nomor perahu ringan putri 500 meter di Marina Channel, Singapura, yang menjadi salah satu arena perlombaan SEA Games 2015. "Tentu saya senang sekali dengan medali emas pertama saya di nomor tunggal. Suasana pertandingannya tentu berbeda dengan saat tampil di ganda karena di nomor ini saya harus melawan diri sendiri. Emas ini untuk Papua dan keluarga saya yang sudah saya tinggalkan sejak lama untuk latihan," kata Maryam. (Gnr/R-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya