MI/ Ghani Nurcahyadi dan Agung Wibowo Dari Singapura
12/6/2015 00:00
(MI/AGUNG WIBOWO)
SETELAH meraih medali emas pada nomor 5.000 meter putri, Triyaningsih menyempurnakan pencapaiannya di SEA Games 2015 dengan meraih medali emas nomor 10 ribu meter, kemarin. Atlet asal DKI Jakarta itu menjadi yang tercepat dalam lomba di Stadion Nasional, Singapura itu dengan catatan waktu 33 menit 44,53 detik.
Catatan itu merupakan raihan terbaik Triyaningsih pada nomor 10 ribu meter tahun ini. Medali perak nomor itu menjadi milik pelari Vietnam, Thi Hue Pham, yang terpaut lebih dari 1 menit. Sementara itu, pelari Thailand Jane Vongvorachoti meraih medali perunggu.
"Ini hasil yang bagus karena saya masih dalam masa penyembuhan cedera. Tadi sih saya larinya nyaman banget meski itu bukan merupakan pola kecepatan terbaik saya. Kalau pola terbaik saya, saya pasti bisa rekor," kata Triyaningsih.
Keberhasilan Triyaningsih diikuti Maria Natalia Londa yang sukses meraih medali emas keduanya di ajang SEA Games 2015 melalui nomor lompat jangkit dengan lompatan sejauh 13,75 meter. Maria sebelumnya meraih emas lompat jauh.
"Puji Tuhan saya masih diberikan kesempatan meraih medali emas karena kondisi saya kurang fit akibat masih merasakan nyeri pada lutut dan tumit saya setelah ce-dera di Asian Games lalu. Tadi saya hanya berusaha melompat sejauh-jauhnya," katanya.
Pelatih Maria, I Ketut Pageh, mengatakan ia memang tidak memaksakan Maria untuk tampil habis-habisan. Kelelahan dan juga rasa sakit yang dialami Londa menjadi alasan dia menginstruksikan Londa untuk tidak tampil terlalu ngotot.
Pageh mengaku puas dengan penampilan Maria. Atlet asal Bali itu dipastikan akan berlaga di Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil, 2016 mendatang untuk nomor lompat jauh.
"Lompatnya melebihi limit Olimpiade, sehingga dia berhak lolos. Kami memang hanya ingin menurunkan Londa pada nomor lompat jauh pada Olimpiade," kata Pageh.
Dedeh gagal Sementara itu, sprinter Indonesia Dedeh Erawati harus merelakan medali emas nomor lari gawang 100 meter putri lepas ke tangan sprinter Thailand yang juga lawan terberatnya, Wallapa Punsoongneun. Dedeh hanya mengklaim medali perak dengan catatan waktu 13,61 detik, terpaut 0,05 detik dari Punsoongneun. Medali perunggu nomor itu menjadi milik sprinter asal Vietnam, Thi Yen Hoa Tran.
"Saya tadi hanya mencoba berlari sekencang-kencangnya tanpa melihat lawan ternyata hasilnya hanya perak, jadi mohon maaf kepada seluruh rakyat Indonesia yang sudah mendukung saya. Dia (Punsoongneuh) memang lawan berat saya karena ganti-gantian selalu merebut medali emas," kata atlet yang sudah tampil di SEA Games sejak 1997 itu.
Tambahan dua medali emas dari Maria dan Triyaningsih membuat tim atletik Indonesia telah merebut enam medali emas. Dua medali emas lainnya dipersembahkan Hendro dari nomor jalan cepat 20 km putra dan Agus Prayogo dari 10 ribu meter putra.
Di sisi lain, hingga kemarin kontingen Merah Putih belum beranjak dari posisi lima klasemen. Tambahan dua emas dari atletik, tiga dari dayung, serta masing-masing 1 dari renang dan balap sepeda membuat Indonesia telah mengumpulkan 29 medali emas, terpaut 2 medali emas dari Malaysia yang menempati posisi empat. (R-2)