Tiga Emas Pertama Dayung

MI/ Ghani Nurcahyadi dan Agung Wibowo Dari Singapura
12/6/2015 00:00
Tiga Emas Pertama Dayung
(ANTARA/Nyoman Budhiana)
PENAMPILAN menjanjikan diperlihatkan tim dayung Indonesia pada hari pertama lomba di kawasan Marina Channel, kemarin. Dari delapan nomor, para pedayung Indonesia menjadi yang terbaik di tiga nomor alias merebut medali emas.

Tiga emas tersebut berasal dari Maryam Magdalena Daimoi dari nomor perahu ringan tunggal 500 meter, Memo pada nomor sculls tunggal 500 meter, dan kuartet Denri Maulidzar Al Ghiffari/Muhad Yakin/Rendi Syuhada Anugrah/Mochamad Ali Darta Lakiki) pada nomor perahu ringan 4 awak 500 meter.

Bagi Maryam, itu merupakan medali emas yang kedua di ajang SEA Games. Pada 2013, pendayung asal Sentani, Papua, itu juga merebut medali emas saat berpasangan dengan Wahyuni pada nomor sculls ganda.

"Karena saya punya pengalaman menjadi juara satu saat uji coba di Singapura, saya berlatih lebih keras agar catatan waktu saya tidak dilewati oleh lawan-lawan. Sebenarnya tadi bukan waktu terbaik saya karena air sangat bergelombang," kata Maryam.

Kesuksesan Maryam dilanjutkan pendayung asal Maluku, Memo, yang meraih emas pertamanya pada ajang SEA Games. Memo yang pada 2013 hanya meraih medali perunggu, kini menjadi pendayung tercepat nomor sculls tunggal dengan catatan waktu 1 menit 31,50 detik. Ia unggul atas pedayung Myanmar Aung Ko Min yang terpaut 1,69 detik di belakangnya dan Prem Nampratueng dari Thailand yang merebut medali perunggu.

"Tentu senang karena ini merupakan medali emas pertama saya. Sempat tidak menyangka juga tadi bisa menjadi pedayung tercepat, karena saat main di perahu tunggal di Myanmar hanya mampu meraih medali perunggu," kata atlet yang baru pada 2011 belajar mendayung tersebut.

Kuartet pendayung Indonesia melengkapi perolehan medali emas Indonesia dengan merebut medali emas pada nomor perahu ringan 4 awak. Muhad Yakin dan kawan-kawan menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 1 menit 22, 56 detik. Mereka mengungguli kuarter Vietnam yang merebut perak dan pendayung Myanmar yang merebut medali perunggu.

Perolehan medali Indonesia pada hari pertama cabang olahraga dayung dilengkapi dengan raihan 3 medali pe-rak dan 2 medali perunggu. Dengan demikian, seluruh pedayung Indonesia yang bertanding mampu meraih medali.

Indonesia sementara berada di puncak klasemen pengumpul medali cabang olahraga dayung dengan tiga medali emas.

Sembilan emas

Tiga medali emas itu dilengkapi dengan 3 medali perak dan 2 medali perunggu. Hal itu membuat Indonesia sementara memimpin klasemen cabang dayung.

Ketua umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) Achmad Sutjipto mengatakan pihaknya menargetkan 9 medali emas dari 18 nomor yang dilombakan. "Dari 3 cabang olahraga di bawah PODSI, yaitu perahu naga, kano/kayak, dan dayung, kami total menargetkan 13 medali emas. Perahu naga dan kano sudah menyumbang 5, tinggal dayung yang baru 3 medali emas," kata Sutjipto. (R-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya