Kejutan dari Tim Putra Kano

Ghani Nurcahyadi dan Agung Wibowo Dari Singapura
10/6/2015 00:00
Kejutan dari Tim Putra Kano
(MI/AGUNG WIBOWO)
MESKI gagal memenuhi target empat medali emas yang diberikan Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI), tim kano yang total meraih 3 medali emas, 4 perak, dan 6 perunggu pada cabang kano dan kayak SEA Games XXVIII/2015 Singapura tampil penuh kejutan. Kejutan datang dari tim putra yang menyumbangkan semua emas tim kano Indonesia.

Sebelumnya, atlet asal Sulawesi Tenggara, Marjiuki, membuat kejutan dengan meraih medali emas pada nomor perlombaan C1-1000 m pada Sabtu (6/6). Kini giliran pasangan Gandie/Mugi Harjito yang baru dipasangkan pada tahun ini mampu menjadi yang tercepat dalam perlombaan nomor K2-200 m di hari terakhir perlombaan cabang olahraga kano di Marina Channel, Singapura, Selasa (9/6).

Gandie/Mugi mencatatkan waktu tercepat 35,009 detik untuk merebut medali emas pertamanya. Satu medali emas lagi dari tim kano Indonesia disumbangkan atlet senior Spens Stuber Mehue pada nomor C-1 200 m. Itu menjadi medali emas kedua bagi atlet asal Putali, Papua, tersebut untuk Indonesia di ajang SEA Games. Spenz mengakhiri lomba 200 meter itu dengan catatan 43,212 detik.

Selain dua medali emas yang diraih, tim kano juga melengkapi perolehan hari terakhir cabang olahraga kano dan kayak dengan meraih 1 medali perak dan 4 perunggu. Pelatih nasional Mohammad Suryadi mengatakan melesetnya target tim kano Indonesia yang sebelumnya mematok 4 medali emas akibat persiapan tim tuan rumah yang lebih baik.

Namun, di balik kegagalan itu, Suryadi melihat ada peluang untuk semakin meningkatkan kualitas atlet kano Indonesia.

Pertahankan dominasi

Dari cabang berkuda, Larasati Gading berhasil mempertahankan dominasinya sebagai ratu tunggang serasi (dressage) Asia Tenggara setelah merebut medali emas kedua dari nomor individual dressage. Sebelumnya, Larasati mempersembahkan emas melalui nomor team dressage bersama Alfaro Menayang, Ferry Wahyu Hadiyanto, dan Dewi Kunti Njoto.

Larasati yang menunggangi kuda bernama Wallenstein 145 menjadi penunggang kuda dengan perolehan poin tertinggi dalam pertandingan yang berlangsung di Singapore Turf Club Riding Centre, kemarin, dengan perolehan 74.300. Ia mengungguli atlet tuan rumah Caroline Pei-Jia Chew yang merah medali perak. Adapun medali perunggu diraih atlet Indonesia lainnya, Alfaro Menayang.

"Saya sangat senang bisa memenuhi target yang dibebankan kepada tim berkuda Indonesia untuk bisa meraih dua emas. Semua upaya selama persiapan dengan berlatih di Jerman berbuah manis," kata Larasati.

Setelah SEA Games, Larasati akan langsung fokus untuk bisa masuk kontingen Indonesia di ajang Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brasil. Karena itu, ia akan langsung mencari pertandingan internasional yang mampu meningkatkan poinnya dalam daftar rangking Federasi Equestrian Internasional (FEI) agar bisa mewakili Indonesia melalui jalur Asia Oseania. (R-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya