WACANA bergulirnya turnamen yang diinisiasi oleh Tim Transisi telah menemui titik terang. Tim yang diketuai oleh Bibit Samad Rianto itu menyebut telah memastikan salah satu operator untuk turnamen Piala Presiden yang akan digelar dalam waktu dekat.
Mahaka Sports and Entertainment disebut yang dipilih untuk menjadi operator yang akan mengorganisasi pergelaran tersebut. Mahaka sebelumnya dikenal sebagai operator yang mampu mendatangkan klub Liga Inggris Liverpool pada 2013.
"Piala Presiden operatornya Mahaka. Kami sudah sepakati, tapi dengan prasyarat yang jelas dari kami, yaitu integritas, pertandingan fairplay," jelas anggota Tim Transisi Kelompok Kerja (Pokja) Tata Kelola Sepak bola Nasional Zuhairi Misrawi.
Selain sudah memastikan operator untuk turnamen Piala Presiden, Tim Transisi juga menyebutkan telah menyiapkan 20 pengadil lapangan yang direkrut dari Asosiasi Wasit.
Finalisasi perencanaan turnamen Piala Presiden akan dilakukan besok (11/6). Intelektual Nahdlatul Ulama itu menjelaskan telah ada 10 klub Indonesia yang bersedia mengikuti kompetisi dari 16 klub yang direncanakan sebelumnya.
"Awalnya 16 tim sudah bersedia. Tapi karena ada beberapa kejadian seperti Persipura (membubarkan diri), jadi kami harus ada komunikasi ulang. Saat ini kira-kira 10 klub yang sudah memastikan diri," imbuhnya.
Khusus untuk Piala Kemerdekaan dan Piala Panglima TNI masih dalam tahap open biding. Piala Kemerdekaan direncanakan diikuti oleh 20 klub Divisi Utama. Adapun Piala Panglima TNI akan bertransformasi seperti halnya Piala Indonesia yang menggabungkan dua kasta kompetisi di Tanah Air tersebut.
Dia menjelaskan jadwal ketiga turnamen tersebut akan diumumkan setelah 11 Juni mendatang. Namun, dia berharap sebelum Ramadan, salah satu turnamen tersebut bisa digelar. "Yang pasti kami ingin turnamen Piala Presiden ini bisa secepatnya digelar. Semua akan diumumkan setelah 11 Juni," ucapnya.
Kenapa setelah 11 Juni? Zuhairi mengaku masih menunggu proposal final dari promotor. Dia mengklaim sudah ada empat promotor yang menawarkan diri, salah satunya yakni menggulirkan Piala Presiden.
Tim Transisi juga berencana segera menggelar sarasehan sepak bola Indonesia yang disebut menjadi langkah awal digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI. Dalam acara tersebut, Tim Transisi akan mengundang pemilik klub di Indonesia, voter, asosiasi provinsi (Asprov) untuk membicarakan langkah pembenahan sepak bola ke depan.
"Kita akan gelar sarasehan yang akan mengundang seluruh stakeholder, pemilik suara, Asprov, yang kemudian memberikan masukan untuk kita sekaligus untuk membuat hand book sepak bola nasional," ujar Kordinator Pokja Komunikasi Tim Transisi Cheppy T Wartono.