TIDAK mudah bagi Xavi Hernandez untuk meninggalkan Barcelona, klub yang sudah dibelanya selama sejak kanak-kanak.
Namun, bagaimanapun ia harus pergi karena itu sudah menjadi siklus kehidupan.
Ia harus merelakan posisinya digantikan pemain yang lebih junior.
Namun, ia senang karena di saat-saat terakhir kebersamaannya dengan Los Cules sekali lagi bergelimang trofi.
Itu seperti menjadi kado perpisahan yang indah buatnya.
Setelah sebelumnya meraih gelar Liga Primer dan trofi Copa del Rey, kemarin dini hari, rekan setimnya seperti menyempurnakan kado perpisahan buatnya dengan trofi Liga Champions.
Barca menjadi juara setelah mengalahkan Juventus 3-1 di Stadion Olimpiade, Berlin, Jerman.
Itu menjadi trofi keempat Xavi di ajang tersebut dan sekaligus menjadi trofi ke-25 dia selama 17 tahun membela Blaugrana.
"Meninggalkan (klub) dengan cara ini sangat luar biasa. Itu akan menjadi nostalgia buat saya karena saya tidak akan pernah bermain untuk tim ini lagi," ujar Xavi yang posisinya digantikan Ivan Rakitic sejak musim ini.
Meski begitu, gelandang berusia 35 tahun mengaku puas karena ia masih sempat merasakan atmosfer final Liga Champions untuk kali terakhir.
Xavi masuk pada menit ke-78 menggantikan Andres Iniesta saat timnya memimpin 2-1.
Puluhan ribu fan Barca pun memberi tepuk tangan meriah saat dia masuk lapangan.
Itulah penampilan ke-151 Xavi di Liga Champions dan sekaligus menjadi pemain yang paling sering tampil di kompetisi kasta tertinggal Eropa tersebut.
"Xavi berhak mendapat semuanya. Dia meninggalkan kami dengan satu pesan penting, bagaimana bermain bola dan meraih kemenangan dan kalah. Dia akan selalu bersama kami," cetus bek Gerard Pique.
Menurut suami penyanyi Shakira itu, Xavi merupakan bagian dari generasi unik di Barcelona.
Dia pernah mengalami musim-musim tanpa trofi.
Karena itu, dia layak menerima penghargaan atas hasil kerja kerasnya saat ini.
"Gelar ini sangat sempurna buat dia (Xavi) dan klub. Tidak ada yang lebih selain memberi dia ban kapten di saat-saat terakhir kebersamaannya dan kemudian mengangkat trofi itu bersama-sama," timpal Iniesta.
Xavi memang sudah bulat untuk menyudahi kariernya di Barcelona.
Selanjutnya ia akan melanjutkan petualangannya di Qatar bersama Al Sadd mulai musim depan.
Doakan Enrique Gelandang kelahiran 25 Januari 1980 silam itu sebenarnya sudah meninggalkan Nou Camps sejak musim 2014 lalu setelah Barca nirgelar dan Spanyol jeblok di Piala Dunia 2014.
Namun, Luis Enrique yang kala itu baru ditunjuk sebagai pelatih Barca meminta Xavi bertahan semusim lagi.
Itu sebabnya dia sangat berterima kasih pada Enrique karena berkat suksesor Gerardo Martino itulah dia bisa meninggalkan Barca seperti saat ini.
Dia pun berharap agar Enrique tetap bertahan di Barca.
"Luis Enrique berhak mendapatkan (semua trofi) itu karena dia sudah mendapat begitu banyak kritik. Dia seorang pemimpin hebat. Saya berdoa yang terbaik untuk Luis Enrique bersama Barcelona musim depan," tandas Xavi. (AP/AFP/R-2)