Indonesia Siap Dulang Emas

MI/ Ghani Nurcahyadi dan Agung Wibowo Dari Singapura
06/6/2015 00:00
Indonesia Siap Dulang Emas
(MI/AGUNG WIBOWO)
DENGAN hanya meraih tiga medali perunggu dari tiga cabang olahraga yang sudah digelar sebelum SEA Games XVIII/2015 resmi dibuka, kontingen Indonesia kini berada di luar lima besar daftar pengumpul medali. Tuan rumah Singapura masih menjadi pengumpul terbanyak medali.

Meski demikian, nada optimisme tetap melingkupi kontingen Indonesia yang berkekuatan 522 atlet dari 32 cabang olahraga. Wakil Ketua kontingen Indonesia, Ade Lukman mengatakan peluang untuk merebut medali emas pertama bisa langsung didapatkan pada hari pertama penyelenggaraan pertandingan SEA Games 2015, hari ini.

"Peluang medali kita cukup besar karena sejumlah cabang olahraga unggulan kita akan langsung dipertandingkan besok (hari ini). Akan ada kano, berkuda, wushu, juga renang. Jadi dari situ peringkat kita bisa kita dongkrak nanti," kata Ade yang ditemui sebelum acara pembukaan di Stadion Nasional Singapura, kemarin.

Tiga medali perunggu yang sudah didapat Indonesia seluruhnya disumbangkan atlet-atlet renang indah. Sementara itu, tenis meja dan anggar yang baru mempertandingkan nomor perorangan belum bisa memberikan medali.

Koordinator cabang olahraga akurasi Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) M Asyik mengatakan di cabang berkuda, pihaknya menargetkan bisa meraih dua medali emas yang semuanya berasal dari nomor tunggang serasi (dressage). Larasati Gading diharapkan mampu memberikan emas Indonesia dari nomor individual dan beregu.

Dari cabang olahraga bela diri, koordinator cabang olahraga bela diri Satlak Prima Sadik Algadri berharap bela diri mampu memberikan medali emas bagi Indonesia di hari pertama. Medali itu diharapkan datang dari cabang wushu melalui atlet Juwita Niza Wasni, Lady Lukman, dan Cindy Martono akan bertanding di nomor taolu (seni).

"Persiapan kontingen saat ini jauh lebih baik ketimbang saat SEA Games Myanmar karena lebih panjang. SEA Games kali ini juga kami meminimalisasi sejumlah faktor non-teknis yang bisa saja terjadi. Salah satu upaya ialah dengan mengirimkan ofisial pertandingan, yaitu wasit dan juri dari Indonesia," kata Sadik

Peringkat dua

Di tempat terpisah, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi kementerian Pemuda dan Olahraga Djokko Pekik Irianto mengatakan meski baru tiga medali perunggu yang didapat Indonesia, ia optimistis target menembus peringkat kedua daftar pengumpul medali dengan 72-79 medali emas bisa tercapai.

Sejumlah peningkatan fasilitas dalam pemusatan latihan nasional (pelatnas) seperti kebutuhan peralatan yang dipecah sehingga bisa terpenuhi lebih dahulu di beberapa cabang olahraga, dan meningkatnya uang saku atlet selama menjalani pelatnas diharapkan mampu ikut mendongkrak performa atlet selama berlaga di Singapura.

"Kami akui ada keterlambatan peralatan, tapi bagian dari perlakukan khusus yang lain juga sudah kami berikan kepada atlet. Dengan itu, seharusnya target dianalisis bersama jangan sampai ada perbedaan antara pemerintah dan unsur lain. Target peringkat kedua kami terapkan, karena kalau meleset, itu hanya peringkat ketiga," kata Djoko. (R-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya