KETIADAAN kompetisi dan adanya sanksi Federasi Sepak Bola Dunia kepada Indonesia memaksa manajemen Persipura Jayapura mengambil keputusan sulit, yakni membubarkan tim. Ketua Umum Persipura Benhur Tommy Mano mengungkapkan keputusan sulit itu terpaksa diambil.
Menurut dia, sanksi FIFA telah memupuskan langkah tim 'Mutiara Hitam' yang tengah berjuang di Piala AFC. Sementara itu, kompetisi juga tidak menentu setelah PSSI dibekukan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga pada pertengahan April lalu.
"Hari ini, jam ini, dan detik ini, tim Persipura Jayapura resmi dibubarkan. Semua pemain putus kontrak. Namun, tim akan kembali jika sanksi PSSI oleh Menpora dicabut," ujar Benhur yang didampingi oleh Sekretaris Umum Rocky Bebena dan manajer tim Rudi Maswi dalam konferensi pers di Jayapura, kemarin.
Mengenai permasalahan kewajiban klub untuk membayarkan hak pemain dan pelatih saat ini manajemen Persipura masih berkomunikasi dengan pihak sponsor. Namun, prinsipnya mereka bertanggung jawab.
"Kita masih koordinasi dengan sponsor. Kami akan terus terang dengan sponsor terkait dengan pembubaran tim Persipura. Soal nanti dilanjutkan atau diberhentikan kita serahkan ke sponsor," papar Manajer Persipura Rudy Maswi.
"Mulai saat ini, kita sudah tidak ada. Apa pun yang terjadi, Persipura tetap berafiliasi dengan PSSI sebagai lembaga yang diakui AFC dan FIFA. Kami tidak akan mengikuti liga yang tidak diakui AFC dan FIFA," timpal Rocky.
Pada bagian lain, pelatih Persipura Jayapura, Osvaldo Lessa mengaku sedih dengan keputusan manajemen yang membubarkan skuat. Namun, ia tidak bisa berbuat apa, karena itu untuk sementara ia mengaku akan pulang dulu ke negaranya, Brasil.
"Tentu saya sedih, sebab kami masih terus melakukan latihan-latihan, tiba-tiba menajemen mengatakan dibubarkan. Untuk sementara, mungkin saya akan pulang ke Brasil, tapi jika suatu saat nanti diperlukan lagi, saya siap," ujar Lessa. Komunikasi Sementara itu, anggota Tim Transisi Cheppy T Wartono menyayangkan pembubaran tim Persipura, sebab ia berharap Persipura akan menjadi salah satu peserta turnamen terbuka yang kini telah disiapkan Tim Transisi.
"Kami berharap Persipura tidak bubar dan bisa ikut serta dalam open tournament yang akan digelar oleh Tim Transisi," ujar Cheppy.
Di sisi lain, PSSI terus mempertanyakan urgensi pembentukan Tim Transisi yang salah satu tugasnya menggelar kongres luar biasa (KLB) ulang. Menurut Sekretaris Jenderal PSSI Azwan Karim rencana tersebut mustahil terwujud sesuai dengan statuta FIFA dan PSSI.
"Itu KLB-nya Tim Transisi, bukan KLB PSSI. KLB PSSI itu ialah KLB yang pesertanya ialah anggota PSSI. Nah, kalau KLB buatan Menpora ini siapa pesertanya?" tegasnya.
PSSI menilai penyelesaian ini berada di tangan Kemenpora. Meski demikian, PSSI berharap ada jalan keluar walaupun komunikasi antara kedua belah pihak sulit terwujud.
"Bola panas sekarang ada di tangan pemerintah. Jadi kalau solusi dari kami, kan harus komunikasi untuk menyelesaikan masalah. Masalahnya, komunikasi susah. Sekarang kami akan coba melalui FIFA dan AFC." (R-4)