Messi, Neymar,atau Tevez

Eko Rahmawanto
05/6/2015 00:00
Messi, Neymar,atau Tevez
(AP/FERNANDO BUSTAMANTE/MASSIMO PINCA/MANU FERNANDEZ)
SELAIN mengukuhkan klub terbaik di Eropa, Liga Champions musim ini antara Barcelona dan Juventus akan menjadi persaingan antara Lionel Messi, Neymar, dan Carlos Tevez untuk urusan mencetak gol.

Siapa yang akhirnya menggondol sepatu emas?

Untuk sementara Messi dan Cristiano Ronaldo menjadi yang terdepan dengan mengoleksi 10 gol. Namun, Ronaldo mentok di angka 10 karena Real Madrid sudah tersisih di semifinal.

Peluang itu akan coba dimanfaatkan striker Barcelona Neymar yang sudah mencetak sembilan gol. Peluang penyerang Juventus Carlos Tevez memang berat karena ia baru mencetak tujuh gol. Untuk melampaui Messi, Carlitos--panggilan Tevez--membutuhkan minimal empat gol tambahan. Itu pun dengan syarat Messi tidak mencetak satu gol pun.

Justru yang menjadi ancaman ialah Neymar. Penyerang asal Brasil itu tampil memesona jika bermain di fase knock out. Lihat saja sudah enam gol ia lesakkan di fase itu termasuk ke gawang Bayern Muenchen dan Paris Saint-Germain (PSG).

Neymar pun berjanji akan mati-matian untuk tampil baik. Akan tetapi, ia tidak menjanjikan untuk menjadi top scorer. Baginya, yang lebih penting ialah Barcelona menjadi juara Liga Champions sekaligus meraih treble winners.

Barca jelas lebih diunggulkan ketimbang Juventus. Keberadaan Messi-Luis Suarez-Neymar yang telah mengemas 120 gol menjadi alasan utama. Namun, Neymar meminta rekannya untuk tetap waspada. ''Juventus maju ke final tidak secara kebetulan. Mereka sebuah tim yang hebat dan kita semua tahu itu,'' kata Neymar kepada Sky Italia.

Jika menjadi juara, Barcelona akan meraih tiga gelar: La Liga, Coppa del Ray, dan Liga Champions sekaligus menyamai prestasi 2009 di era Pep Guardiola. Keberhasilan itu akan turut menjadi sejarah baru karena belum ada klub lain yang mampu menyabet treble winners dua kali. ''Saya akan mengecat rambutku menjadi pirang jika Barcelona menjadi juara,'' janji Neymar.

Diperiksa
Jika Barcelona optimistis, Juventus justru dibuat waswas dengan cedera bek Giorgio Chiellini. Untuk memastikan cedera itu, Chiellini akan menjalani pemeriksaan lanjutan apakah cedera itu akan memaksanya absen di Stadion Olimpiade Berlin Minggu (7/6) atau diperbolehkan.

Sebelumnya, Chiellini tidak bisa berlatih Rabu (3/6) karena mengalami cedera paha. Sampai saat ini belum ada pernyataan dari pihak Juventus soal peluang sang bek main di Berlin.

Jawaban akan pertanyaan itu baru akan diketahui setelah pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan cedera apa yang dialami.

''Giorgio Chiellini akan menjalani pemindaian hari ini (tadi malam) setelah mengalami cedera paha dalam latihan pada Rabu,'' demikian pernyataan resmi UEFA melalui akun Twitter.

Absennya Chiellini akan jadi kehilangan besar untuk Bianconeri. Dia kunci solidnya pertahanan Juventus hingga bisa mencapai final. Terbukti gawang Juventus hanya kebobolan tujuh gol.

''Tentu keinginan tampil di final selalu ada. Akan tetapi, cedera ini sangat mengganggu. Jika akhirnya bisa fit, tentu saya senang jika diturunkan,'' ujar Chiellini.(AFP/AP/R-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya