Pentas para Pemain Muda

MI/MAGGIE NUANSA MAHARDIKA
05/6/2015 00:00
Pentas para Pemain Muda
(MI/RAMDANI)
TUNGGAL putra muda Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie, terus menunjukkan performa luar biasa pada turnamen BCA Indonesia Open Super Series Premier (BIOSSP) yang didukung oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation 2015. Di turnamen super series pertama mereka itu, keduanya lolos ke babak perempat final setelah menyingkirkan para pemain senior.

Anthony lolos lebih dulu ke perempat final dengan me-ngandaskan unggulan empat asal India, K Srikanth, 11-21, 21-14, 24-22. Meski sempat kalah di set pertama, Anthony langsung bangkit di set kedua dengan tampil tanpa beban.

"Saya selalu ingat kata pelatih agar tak perlu takut kalah karena saya memang tidak diunggulkan. Di gim pertama saya kaget karena Srikanth mainnya sangat cepat. Lalu saya mencoba lebih sabar dan banyak menurunkan bola. Di gim ketiga, justru Srikanth mulai banyak terlihat tak siap," papar Anthony selepas laga.

Penampilan cemerlang juga ditunjukkan Jonatan. Setelah lolos dari hadangan unggulan tujuh asal Taiwan Chou Tien Cien di babak pertama, ia melewati babak kedua dengan menekuk pemain Korea Selatan Lee Hyun Ill. Ia menang dalam straight game, 21-17, 21-19.

Rupanya, kemenangan Anthony yang memacu Jonatan untuk menang atas Hyun Ill. Penampilan Lee Hyun Ill yang tak maksimal dimanfaatkan Jonatan untuk terus mematikan bola-bolanya.

"Dia terlihat sangat grogi, yang biasanya kontrolnya sangat bagus, tadi sering missed. Sekali lagi ini berkat suporter. Saya juga terpicu kemenangan Anthony," kata Jonatan.

Di perempat final, lawan Anthony ialah pemenang dari duel pemain Jepang Kento Momota dan Hu Yun. Adapun Jonatan harus menghadapi unggulan ketiga asal Denmark Jan O Jorgensen.

Anthony dan Jonatan tak didampingi pemain senior di perempat final setelah Dyonisius Hayom Rumbaka dan Tommy Sugiarto kandas di babak kedua. Hayom dikalahkan Jorgensen, sedangkan Tommy tampil antiklimaks.

Setelah sukses menumbangkan unggulan dua asal Tiongkok Lin Dan di babak pertama, ia malah tersungkur oleh pemain nonunggulan di babak kedua. Tommy dikandaskan pemain Jerman Marc Zwiebler dalam rubber game, 21-16, 22-20, 19-21.

"Stamina saya tidak sebagus kemarin dan jujur saya kurang siap mengahadapi gim ketiga. Pada gim ketiga itu sebetulnya kami sama-sama lelah, tapi Zwiebler lebih tahan dengan keadaan itu. Saya pun hilang fokus," ungkap Tommy.

Dua wakil

Tunggal putri Indonesia Linda Wenifanetri juga tampil cemerlang. Ia menyingkirkan unggulan empat asal Taiwan Tai Tzu Ying, 21-18, 22-20. "Saya tadi sangat menjaga fokus dan saya berusaha bermain cepat untuk mengimbangi attack Tai yang kencang. Kalau sedikit saja hilang fokus, poin saya bisa ketinggalan," kata Linda.

Dengan demikian, tunggal putri mengirim dua wakil ke perempat final. Sebelumnya, Maria Febe Kusumastuti lolos seusai mengalahkan pemain Tiongkok Yip Pui Yin, 21-17, 21-4.

Di perempat final, Maria berhadapan dengan pemain Jepang Yui Hashimoto, sementara Linda bertemu unggulan enam asal Thailand yang merupakan Juara Dunia 2013, Ratchanok Intanton.

"Untuk lawan dia, saya jaga fokus. Kalau untuk strategi, saya bicarakan dulu pada pelatih," kata Linda. (R-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya