Giliran Valcke Dibidik FBI

Achmad Maulana
03/6/2015 00:00
Giliran Valcke Dibidik FBI
( Presiden FIFA Sepp Blatter (kiri) dan Sekjen FIFA Jerome Valcke--AFP/ MICHAEL BUHOLZER)
SETELAH menangkap sejumlah petinggi Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), kini para penyidik Amerika Serikat dan Swiss mulai mengarahkan sasaran mereka pada orang kepercayaan Presiden FIFA Sepp Blatter, Jerome Valcke.

Valcke yang juga Sekjen FIFA diduga terlibat dalam skandal korupsi dengan nilai transaksi mencapai US$10 juta (sekitar Rp132 miliar). Indikasi itu semakin kuat dengan adanya bukti-bukti baru yang menunjukkan Valcke tahu adanya aliran uang sebesar itu untuk mantan Wakil Presiden FIFA, Jack Warner.

Uang tersebut diduga bertujuan mengamankan posisi Afrika Selatan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010. Adanya bukti-bukti tersebut bisa dipastikan akan memberi tekanan bagi Blatter yang baru terpilih lagi sebagai Presiden FIFA untuk kali kelima.

Apalagi bukti-bukti muncul tak lama setelah FIFA mengeluarkan pernyataan bahwa Valcke tidak memberikan persetujuan atas aliran dana untuk Warner. Pihak penyidik AS pun sebelumnya sudah meyakini bahwa Valcke ialah orang yang memerintahkan adanya pembayaran tersebut.

Namun, pihak FIFA membantah tuduhan tersebut. Menurut mereka, tudingan AS itu sama sekali tidak mempunyai dasar.

''Pembayaran sejumlah US$10 juta itu diotorisasi ketua komite keuangan dan dieksekusi berdasarkan regulasi organisasi FIFA,'' demikian pernyataan FIFA.

''Yang pasti Presiden dan Sekjen FIFA tidak terlibat dalam kasus (korupsi) itu,'' kata juru bicara FIFA, Walter DeGregoria, selang beberapa jam setelah penangkapan sejumlah petinggi FIFA. Valcke juga menyatakan dirinya tidak terlibat dalam skandal korupsi itu. Dia bahkan mengatakan tidak punya kuasa untuk melakukan pembayaran.

Pernyataan Valcke diamini juru bicara FIFA lainnya, Delia Fischer. Dia mengatakan transfer itu dinyatakan sebagai pembayaran legal untuk pengembangan sepak bola di wilayah Karibia, Amerika Tengah, serta sesuai dengan Regulasi Organisasi FIFA (FOR).

Harus diamputasi
Pada bagian lain, salah satu dari dua direktur independen Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) resmi mengundurkan diri dari Satuan Tugas Antidiskriminasi FIFA lantaran kecewa dengan Blatter. Heather Rabbatts menggambarkan krisis korupsi yang melanda FIFA saat ini ibarat bencana dan dia tidak bisa menerima reformasi begitu sedikit dalam organisasi itu.

Rabbatts telah menjadi anggota dari Satuan Tugas Antidiskriminasi FIFA yang dipimpin Jeffrey Webb, Wakil Presiden FIFA dari Kepulauan Cayman yang merupakan salah satu dari tujuh pejabat FIFA yang ditangkap di Zurich atas tuduhan korupsi pekan lalu.

''Saya menarik diri dengan segera dari satuan tugas FIFA melawan rasialisme dan diskriminasi. Kesediaan saya untuk memainkan bagian dalam pengembangan kebijakan ini sebanding dengan efek buruk pada reputasi FIFA,'' tegasnya.

Sementara itu, salah anggota Komite Eksekutif FIFA asal Jepang Kozo Tashima menyebut bagian terburuk FIFA harus diamputasi. Hal itu bertujuan mengembalikan reputasi FIFA.

''Merupakan sebuah fakta sejak lama telah ada rumor tentang korupsi di FIFA. Penyakit itu harus dikeluarkan,'' ujar Tashima yang juga Wakil Presiden Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA). ''Menurut saya, siapa pun yang terlibat harus diselidiki. Namun, saya pikir akan sulit untuk meminta dia (Blatter) mengundurkan diri,'' tandasnya. (AFP/AP/R-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya