SEPERTI pepatah, sekali layar terkembang, pantang surut ke belakang. Itulah sikap Presiden Joko Widodo terhadap pembekuan PSSI oleh Menpora Imam Nahrawi, termasuk konsekuensi mendapat sanksi dari FIFA (Federasi Sepak Bola Internasional). "Saya pikir memang harus ada pembenahan total, reformasi total, pembenahan manajemen, pembenah an sistem. Ini bukan intervensi, loh! Kita semua ingin sepak bola kita jadi lebih baik," tandas Presiden Jokowi di Bandara Halim Perdanakusuma, kemarin, seusai melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi, 28-30 Mei 2015.
Presiden menegaskan sikapnya tidak berseberangan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. "Baik Pak Wapres maupun saya sama, pembenahan PSSI," ujarnya. FIFA secara resmi menjatuhka sanksi kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) karena dinilai telah melanggar Statuta FIFA (lihat grafi k). Sanksi terbit setelah rapat Komite Eksekutif FIFA di Zurich, Swiss, kemarin.
"Kami menyampaikan bahwa Komite Eksekutif FIFA telah memutuskan sesuai dengan Statuta FIFA Pasal 14 ayat 1 bahwa PSSI telah disanksi dengan efek yang sesegera mungkin dan berlaku sampai PSSI dapat memenuhi Statuta FIFA Pasal 13 dan 17," demikian seperti dikutip surat FIFA kepada PSSI yang diterima di Jakarta, kemarin. Dalam surat yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal FIFA Jerome Valcke, PSSI telah dianggap melanggar Statuta FIFA Pasal 13 dan 17 dengan adanya intervensi oleh pihak luar, dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Badan Olahraga Profesional Indonesia.
Akan tetapi, federasi sepak bola dunia tersebut tetap memberi kesempatan kepada timnas Indonesia U-23 untuk tetap berlaga di ajang SEA Games 2015 di Singapura. Wapres Jusuf Kalla mengatakan persepakbolaan nasional mesti menghadapi sanksi tersebut. "Ya, kita jalani saja," ujar JK di rumah dinas Wakil Presiden, Jakarta, kemarin.
Tim Transisi diaktifkan Dalam menindaklanjuti sanksi pengucilan dari FIFA terhadap sepak bola Indonesia, Kementerian Pemuda dan Olahraga akan segera mengaktifkan kembali Tim Transisi yang berjumlah 13 orang dari berbagai latar belakang tersebut. "Kini sepak bola Indonesia berada di bawah tanggung jawab pemerintah Pengelolaan sepak bola kini dimulai dari nol kembali dan kami akan segera menyusun program pembinaan secara benar," kata Sekretaris Kemenpora, Alfi tra Salamm, saat dihubungi tadi malam.
Anggota Tim Transisi Zuhairi Misrawi mengatakan pihaknya segera menyiapkan pelaksanaan kongres luar biasa (KLB) untuk membentuk kepengurusan baru PSSI. "Kepengurusan PSSI yang baru akan kita daftarkan secepatnya ke FIFA sehingga sanksi itu dapat dicabut," ujarnya. Mantan pemain tim nasional Ferril Hattu tidak ambil pusing dengan sanksi tersebut. "Saya berharap Menpora konsisten. Ini kesempatan kita untuk konsentrasi membenahi sistem. Orang-orang yang tidak profesional dipinggirkan saja," ujarnya