Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
JELANG deadline dari Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) agar pemerintah Indonesia mencabut pembekuan PSSI paling lambat hari ini, Presiden Joko Widodo kembali menyatakan dukungannya kepada Menpora Imam Nahrawi. Presiden tak mempermasalahkan jika FIFA akhirnya menghukum PSSI.
"Sikap saya dalam kisruh PSSI sudah cukup jelas: mendukung sepenuhnya langkah Menpora dalam membenahi sepak bola nasional. Saya juga memerintahkan Menpora untuk tetap menjamin kompetisi sepak bola antardaerah yang harus terus bergulir," kata Jokowi lewat akun resmi Facebook-nya, kemarin.
Menurut Jokowi, sepak bola yang benar dimulai dari pembinaan, yakni kompetensi yang baik. Sikap Menpora yang membekukan kepengurusan PSSI sambil menunggu kepengurusan yang sah dianggap sudah tepat.
"Tidak apa-apa kita absen dalam kompetisi internasional sementara, tapi kita bisa membangun prestasi besar di masa datang."
Anggota tim komunikasi Presiden, Teten Masduki, membenarkan sikap Jokowi tersebut.
"Itu memang (pernyataan) resmi. Pak Presiden sudah menyampaikan dukungan terhadap langkah Menpora."
Jika deadline FIFA itu tak dipatuhi, Indonesia sangat mungkin akan di-suspend. Namun, dua hari lalu, Menpora menegaskan bahwa kita tak perlu takut kepada FIFA. Apalagi, FIFA terbukti tak bersih dengan ditangkapnya tujuh pejabat mereka oleh kepolisian Swiss dan Biro Investigasi Federal AS (FBI), Rabu (27/5), karena tuduhan korupsi.
Skandal itu membuat FIFA terus kebanjiran kecaman, termasuk dari perusahaan-perusahaan raksasa dunia rekanan mereka. Bahkan, Visa mengancam akan memutus kerja sama dengan FIFA jika FIFA tidak serius menuntaskan persoalan tersebut.
"FIFA harus membuat perubahan sekarang sehingga fokus itu tetap dijaga. Jika ini gagal, kami telah memberi tahu mereka bahwa kami akan menilai kembali sponsor kami," tulis mereka dalam pernyataan resmi, kemarin.
Tekanan terhadap Presiden FIFA Sepp Blatter yang ngotot mencalonkan diri lagi meski telah berkuasa sejak 1998 pun menguat. Menurut Presiden Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) Greg Dykes, Blatter menjadi penghalang reformasi di FIFA.
Blatter menyatakan pihaknya siap bekerja sama untuk menyelesaikan skandal yang terjadi.
"Kejadian ini sangat disayangkan. Kami menerima tindakan dan investigasi seperti ini oleh pihak AS dan Swiss."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved