Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DUGAAN bahwa Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menjadi sarang koruptor mulai menemukan pembenaran. Jelang kongres ke-65 di Zurich, Swiss, besok, sejumlah pejabat teras FIFA ditangkap karena diduga korupsi.
Penangkapan dilakukan Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) bekerja sama dengan kepolisian Swiss, kemarin dini hari waktu setempat. Sebanyak tujuh petinggi FIFA dibekuk saat sedang tidur di hotel mewah, termasuk Wakil Presiden FIFA yang juga anggota Komite Eksekutif, Eugenio Figueredo dan Jeffrey Webb.
Mereka yang ditangkap juga merupakan pejabat atau mantan pejabat sepak bola di Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia (CONCACAF). Otoritas AS menyebutkan, penangkapan itu terkait dengan konspirasi dan korupsi. Mereka mengindikasikan total ada 9 pejabat FIFA dan 5 rekanan bisnis yang terlibat.
"Kejahatan yang berlangsung kurang lebih dua dekade ini dilakukan oleh pejabat di lingkungan sepak bola yang menyalahgunakan wewenang untuk mendapatkan keuntungan berlipat ganda melalui praktik suap dan gratifikasi," kata Jaksa Agung AS, Loretta Lynch.
Sejalan dengan penangkapan tersebut, kepolisian Swiss menggeledah markas FIFA di Zurich. Pihak berwenang AS juga menggeledah Kantor Pusat CONCACAF di Miami, Florida.
Lynch menambahkan, pihaknya telah memblokir sejumlah rekening bank di Swiss yang diduga digunakan untuk menyimpan uang hasil korupsi dan suap.
Dalam keterangan pers, Direktur Komunikasi FIFA Walter de Gregorio menyatakan otoritas tertinggi sepak bola dunia itu siap bekerja sama dengan pihak berwajib.
"FIFA menyambut baik upaya yang dilakukan untuk membenahi sejumlah hal yang keliru dalam sepak bola." Ditambahkannya, Presiden FIFA Sepp Blatter dan Sekjen Jerome Valke tak terkait dengan persoalan itu.
Menpora Imam Nahrawi berkomentar bahwa penangkapan itu menunjukkan bahwa FIFA yang selama ini dianggap sebagai 'tuhan' oleh para anggotanya, termasuk PSSI yang dibekukan oleh pemerintah, terbukti bobrok.
"Ini menunjukkan di FIFA juga ada masalah. Karena itu, rakyat jangan takut dan tak usah gentar. Kalau selama ini mengagung-agungkan mereka, sesungguhnya saat ini ada masalah yang sangat besar," tandasnya.
Mantan kapten timnas, Ferril Hattu, menganggap terbongkarnya patgulipat di FIFA merupakan penambah kekuatan bagi Menpora untuk konsisten membenahi PSSI secara total.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved