Kang Emil Dkk Siap Benahi Sepak Bola

MI./Satria Sakti Utama
10/5/2015 00:00
Kang Emil Dkk Siap Benahi Sepak Bola
(MI/Ramdani)
SEJUMLAH figur yang dipilih Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi untuk memperkuat tim transisi guna mengambil alih sementara wewenang dan tugas PSSI menyatakan kesiapan untuk memberikan sumbangsih bagi upaya perbaikan persepakbolaan nasional. Komposisi tim transisi yang diumumkan Menpora, Jumat (8/5), terbilang mengejutkan karena amat sedikit dari 17 orang dalam tim itu yang punya latar belakang sepak bola. Banyak yang menyangsikan kemampuan tim untuk mengemban tugas superberat setelah
PSSI dibekukan 17 April silam.

Namun, mereka tak memedulikan hal itu. Wali Kota Bandung, Jawa Barat, Ridwan Kamil, misalnya, siap mengemban tugas. "Sebelumnya saya sudah dihubungi Menpora. Pada dasarnya, di mana negara membutuhkan energi saya, pasti saya jalankan. Namun, saya ada keterbatasan waktu karena harus menjalankan pemerintahan di Bandung," ujar pria yang akrab disapa Kang Emil itu, Jumat (8/5) malam. Sebagai anggota tim transisi, ia hanya akan memberikan dasar pemikiran mengenai organisasi. Soal urusan-urusan teknis, ia akan menyerahkan kepada orang yang lebih paham.

Kang Emil mengaku punya gagasan perbaikan. Ia bahkan siap jika diminta meyakinkan FIFA perihal persoalan yang terjadi sehingga pemerintah terpaksa turun tangan. Dengan begitu, FIFA diharapkan tak memberikan sanksi setelah tenggat 29 Mei mendatang. Hal yang sama dilontarkan Wali Kota Batu, Jawa Timur, Eddy Rumpoko. "Tim ini bukan untuk membuat kegaduhan. Kami akan membangun komunikasi awal dengan klub, pecinta sepak bola dan PSSI agar semua pihak bisa mencurahkan semangat demi sepak bola nasional," tegasnya.

Begitu pula dengan Wali Kota Surakarta, Jawa Tengah, FX Hadi Rudyatmo. Baginya, ikut menyelesaikan kekisruhan sepak bola nasional bukan hal baru karena ia pernah menjadi anggota komite normalisasi untuk menormalkan situasi di era kepengurusan Nurdin Halid. Rudy sudah menyiapkan sejumlah gagasan untuk mengurai persoalan. Salah satunya, kompetisi di semua strata harus bisa digulirkan Mei ini apa pun kendalanya. "Tim transisi harus cepat dan efi sien. Saya yakin kami bisa karena yang duduk di tim ini ialah sosok-sosok mumpuni di bidang masing-masing dan kapabel mengurus organisasi."

Mundur
Belum juga bekerja, tim transisi sudah kehilangan satu personel, yakni Velix Wanggai. Bekas staf khusus mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu mundur dari tim. "Benar beliau ( Velix) mundur karena alasan kesibukan sehingga takut tidak dapat membagi waktu," tutur Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora Gatot S Dewa Broto, kemarin. Mantan Gubernur BI Darmin Nasution disebut-sebut juga tak bersedia memperkuat tim transisi. Batas waktu kemarin bagi PT Liga Indonesia untuk menggelar kompetisi di bawah Kemenpora tak digubris.

 Dengan begitu, tim transisi akan mencari operator lain. "Kami mengerti keinginan negara untuk terus menggelar kompetisi, tapi ada pertanyaan yang hingga saat ini kami belum mendapat jawaban. Saya tidak menemukan alasan pasti agar kompetisi tetap go on," jelas CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono, kemarin. Pembentukan tim transisi ditanggapi dingin oleh Ketua Umum PSSI yang sudah dibekukan, La Nyalla Mattalitti. "Tidak ada gunanya kami mengomentari itu. Mau ada tim transisi atau tidak sama sekali tidak ada pengaruhnya pada PSSI."



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya