FLOYD Mayweather jr sukses melewati hadangan terberat dalam karier bertinjunya. Saat menghadapi Manny Pacquiao dalam laga kelas welter bertajuk 'Fight of Century' di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, kemarin, Mayweather meraih kemenangan angka mutlak.
Namun, pertarungan 12 ronde dua petinju terbaik dunia di kelas welter itu berlangsung antiklimaks. Tidak ada jual beli pukulan di atas ring. Gaya bertinju Pacquiao yang terus merangsek tidak diladeni Mayweather yang lebih banyak menghindar dan melancarkan serangan balik. Di akhir pertarungan Burt Clements, Dave Moretti, dan Glenn Feldman, juri pertarungan itu, memberikan skor 116-112, 118-110, dan 116-112 untuk Mayweather. Kemenangan itu membuat Mayweather merebut sabuk juara WBO milik Pacquiao dan menggabungkannya dengan gelar WBC dan WBA yang dimilikinya.
Tentang kemenangan atas Pacquiao yang dinilai kontroversial, Mayweather tidak peduli. Ia menyebut kemenangan kali ini bisa membungkam kritik yang menyebutkan takut menghadapi Pacquiao.
"Semua orang mengatakan dia (Pacquiao) akan mengalahkan saya. Mereka katakan saya penakut. Saya lahir sebagai juara dan akan mati sebagai juara," tegasnya.
Kemenangan itu membuat Mayweather mampu mempertahankan rekor sempurna tak terkalahkan dalam 48 pertarungan. Ia terpaut satu kemenangan untuk menyamai rekor Rocky Marciano yang tidak terkalahkan dalam 49 laga secara beruntun. Mayweather menyebut dirinya akan satu kali lagi naik ring sebelum gantung sarung tinju. Petinju berusia 38 tahun itu berencana melakoni laga terakhirnya pada September mendatang untuk memenuhi kontrak enam pertandingannya dengan Showtime Sports.
"Laga terakhir saya adalah pada September. Saya akan melakoninya dan saya akan menyudahinya. Saya hampir 40 tahun sekarang. Saya sudah berkecimpung di olahraga ini selama 19 tahun dan telah menjadi juara selama 18 tahun. Saya merasa teberkati," ungkap petunju yang kini berusia 38 tahun itu.
'The Money' bahkan berencana melepas sabuk juara dunia WBA, WBC, dan WBO miliknya awal pekan depan. "Laga terakhir saya bukan laga kejuaraan perebutan gelar. Saya akan menyerahkan semua sabuk saya. Mengapa Karena saya tidak serakah," ungkapnya. Cedera bahu Di sisi lain, Pacquiao menyebut dialah yang seharusnya menjadi pemenang. Menurutnya, sepanjang 12 ronde pertarungan Mayweather sama sekali tidak melakukan apa pun dan selalu menghindar.
"Saya banyak melepaskan pukulan telak. Saya merasa unggul sehingga tidak terlalu menyerang dengan keras di ronde ke-11 dan 12," ungkap 'Pacman'.
Lebih jauh, Pacquiao menyebut dirinya tidak dalam kondisi prima menghadapi pertarungan dengan Mayweather. Ia menyebut bahu kanannya mengalami masalah sekitar tiga pekan sebelum pertarungan.
"Saya tidak bisa sering menggunakan bahu kanan. Laga tadi masih bagus. Tapi, Saya tidak bisa melakukan yang seharusnya karena bahu ini. Saat saya melepaskan berbagai kombinasi pukulan, terasa sakit, maka saya urungkan," kata petinju 36 tahun itu.
Kekalahan dari Mayweather merupakan kekalahan keenam yang didapat Pacquiao dari 65 laga yang telah dimainkan, 57 diakhiri dengan kemenangan, sedangkan dua laga berakhir imbang. (AP/R-2) maggie@mediaindonesia.com