KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga akan mengundang PT Liga Indonesia dan 16 klub peserta Qatar National Bank (QNB) League (dulu Indonesia Super League) hari ini untuk membahas nasib kompetisi setelah pembekuan PSSI. Untuk membahas hal itu, Kemenpora merilis surat yang ditujukan kepada klub dan PT Liga Indonesia. Arema Cronus dan Persebaya yang sejak awal dinyatakan tidak lolos verifikasi oleh Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), tidak tercantum sebagai klub yang diundang.
Surat undangan itu ditandatangani Deputi V Kemenpora Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Gatot S Dewa Broto. Bagaimana nasib klub-klub setelah kompetisi dihentikan? "Akan dilanjutkan. Tapi, siapa operatornya, nanti akan ditunjuk tim transisi," jelas Gatot. Dalam menanggapi undangan Kemenpora itu, kemarin Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti dan semua Komite Eksekutif (Exco) PSSI mengundang 18 klub QNB di Jakarta. Dalam keterangannya, La Nyalla mengancam akan memberikan status force majeure pada rapat Exco 2 Mei nanti.
Status ini akan membuat kompetisi Indonesia dari berbagai level akan dihentikan. Hal ini dilakukan untuk menghindari klub-klub dari kerugian yang lebih besar lagi dan ketidakpastian masa depan kompetisi. Meskipun demikian, La Nyalla masih menunggu perkembangan pertemuan antara Kemenpora, klub, dan PT Liga Indonesia hari ini. Dalam pertemuan itu juga dibahas kelangsungan timnas U-23 yang akan diterjunkan ke SEA Games 2015. CEO Persebaya I Gede Widiade menjanjikan tidak akan melepas tujuh pemainnya ke timnas.