Siman, Fauzy, Ricky Pulang karena tidak Cocok

25/4/2015 00:00
 Siman, Fauzy, Ricky Pulang karena tidak Cocok
(AP/Vincent Thian)
KETIDAKCOCOKAN program latihan di Australia membuat tiga perenang pemusatan latihan nasional (pelatnas) SEA Games 2015 Singapura, yaitu I Gde Siman Sudartawa, Triady Fauzy Siddiq, dan Ricky Anggawijaya ditarik oleh Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) untuk berlatih di Tanah Air.

Ketiga perenang itu mulai kembali menjalani latihan di Indonesia pada 20 April lalu. Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PRSI Heru Purwanto mengatakan keter-lambatan kedatangan tim renang Indonesia menjadi biang keladi ketidakcocokan program latihan yang dibina oleh pelatih renang kenamaan Australia, Paul Bruce.

"Program yang disusun oleh tim kepelatihan Singapura itu dilaksanakan sejak Januari, sedangkan perenang kami baru datang Maret, sehingga program yang dimulai pun tidak cocok. Kami memulangkan ketiganya setelah hasil buruk di Kejuaraan Nasional Australia," kata Heru kepada Media Indonesia, kemarin.

Hasil buruk di Australia juga berimbas pada target medali emas tim renang Indonesia. Bila sebelumnya, PB PRSI menargetkan 10 medali emas, kini hanya 5 emas yang menjadi target realistis tim renang Indonesia. Target itu sama dengan capaian di SEA Games 2013 Myanmar.

Minimnya dukungan pemerintah membuat tim renang terlambat mengikuti latihan terpusat di Australia dan kebutuhan mengejar performa puncak dalam waktu yang sedikit menjadi alasan PRSI merevisi target medali emas. Nomor sprint dan estafet gaya ganti menjadi andalan PRSI untuk meraih medali emas.

Pekan depan, PRSI akan memulai program latihan terpadu di Bandung dan Bogor, Jawa Barat, secara bergantian. Heru berharap dengan latihan terpadu secara bersamaan, perenang akan lebih cepat meningkatkan performanya.

Dari cabang tinju, Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PP Pertina) meminta kepastian dari Kementerian Pemuda dan Olahraga soal pengiriman atlet pelatnas tinju berlatih di Kuba.

Ketua PP Pertina Reza Ali di Palembang, kemarin, mengatakan kepastian itu dibutuhkan mengingat masa persiapan menghadapi SEA Games tinggal satu bulan.

"Seharusnya paling lambat pekan ini sudah ada kepastian, jika batal, ya sudah, artinya atlet akan difokuskan di Indonesia saja, tapi jika jadi, harus ada langkah nyata dari Kemenpora terutama dalam urusan administrasi dan lainnya," kata Reza. (Gnr/R-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya