SETELAH melewati fase reguler selama enam bulan, NBA musim 2015 kini mulai memasuki babak play-off yang akan dimulai Minggu (19/4) WIB. Delapan tim terbaik dari wilayah timur dan barat akan berlomba untuk mengejar cincin juara NBA yang musim lalu menjadi milik San Antonio Spurs.
Tiap tim kini dituntut untuk bisa meraih empat kemenangÂan dari format best of seven saat melawan tim lain untuk biÂsa melaju ke babak berikutÂnya.
Selesainya fase reguler juga menentukan daftar unggulan di wilayah masing-masing di babak play-off. Golden State Warriors yang mencatatkan toÂrehan fantastis 67 kemenangÂan dan hanya 15 kali kalah menjadi unggulan utama di WiÂlayah Barat, sedangkan Atlanta Hawks yang mengoleksi 60 kemenangan dan 22 kali kalah memimpin di Wilayah Timur.
Warriors akan mengawali play-off menghadapi New Orleands Pelicans, unggulan bunÂcit di Wilayah Barat, sedangÂkan Hawks akan menghadapi Brooklyn Nets yang menempati posisi delapan Wilayah Timur.
Penampilan impresif selama babak reguler dan status unggulan membuat Warrriors dan Hawks di atas kertas punya peÂluang lebih besar untuk melaju ke babak selanjutnya. Namun, realitas di lapangan secara historis menyebutkan unggulan buncit punya peluang untuk mengalahkan sang unggulan utama.
Situs Nba.com mencatat sejak play-off 1994, setidaknya empat tim yang menempati peringkat delapan mampu mempermalukan unggulan utama di babak pertama play-off. Denver Nuggets (1994), New York Knicks (1999), Golden State Warriors (2007), dan Memphis Grizzlies (2011) menjadi tim yang mampu melakukannya. Tahun lalu, Dallas Mavericks juga mampu memaksa sang juara Spurs untuk bermain hingga gim ketujuh di babak pertama play-off.
Pelicans punya modal bagus untuk mengalahkan Warriors. Seminggu sebelum fase reguler berakhir, Anthony Davis dan kawan-kawan sukses mengalahkan Warriors 103-100 di Smoothie King Center, Lousiana.
Guard Warriors Marcus Williams menyadari capaian timnya di fase reguler membuat mereka menjadi sasaran tembak semua tim untuk dikalahkan. Ia mengaku tidak mudah untuk mengulang sejarah 40 tahun silam saat terakhir kali Warriors menjadi juara NBA. Spanduk selamat dari warga Oakland pada 1975 masih terÂÂpasang di ruang latihan Warriors.
“Kami tahu, setiap lawan kami pasti akan mengeluarkan tembakan terbaiknya. Namun, perjalanan di fase reguler telah membuat kami siap untuk menghadapi segala situasi di play-off. Kami sadar harus berjuang selama 48 menit di setiap pertandingan, tapi kami siap dengan situasi tersebut,†imbuh pemain Warriors lainnya, Stephen Curry.
Berbeda dengan Warriors, Hawks harus menjalani babak play-off dengan kondisi tidak terlalu menguntungkan. Forward Thabo Sefolosha dipastikan tidak mampu memperkuat tim asuhan Mike Buldenholzer di babak play-off karena mengalami retak tulang betis.
Cedera itu disebabkan insiÂden penangkapannya oleh poÂlisi New York seminggu seÂbelumnya. Sefolosha pun meÂnyalahkan polisi atas cederanya itu.
Lupakan catatan kekalahan Tidak semua tim yang berlaga di play-off musim ini memiliki catatan kemenangan yang lebih banyak jika dibandingkan dengan catatan kekalahannya. Nets dan Boston Celtics menjadi dua tim yang masuk play-off dengan rekor kekaÂlahÂan yang melebihi catatan kemenangannya dari 82 kali bertanding di fase reguler.
Nets yang menjadi penghuni urutan kedelapan Wilayah Timur lolos ke play-off dengan hanya 38 kali menang dan 44 kali takluk selama fase reguler, sedangkan Celtics yang menjadi unggulan ketujuh di wilayah yang sama hanya mampu menang sebanyak 40 kali dan tertunduk lesu sebanyak 42 kali.
Tim dari Wilayah Timur, sejak 2000, menjadi tim yang langganan masuk ke play-off dengan catatan kekalahan yang lebih banyak. Tercatat 11 tim yang semuanya berasal dari Wilayah Timur lolos ke play-off dengan catatan kekalahan yang lebih banyak. Fenomena itu, berdasarkan laporan New York Times, disebabkan ketimpangan kekuatan yang besar antara tim barat dan timur.
Sembilan tim sebelum Nets dan Celtics selalu kandas di babak pertama.
Namun, bertolak dari catatÂan sejarah, kedua tim itu masih memiliki harapan untuk membuat kejutan.
Tengok saja penampilan Hawks pada 2008. Kala itu, tim yang diperkuat Joe Johnson, Josh Smith, dan rookie Al Horford mendapat tiket play-off dengan catatan menang-kalah 37-45.
Saat menghadapi Celtics yang berstatus unggulan utama, Hawks kalah di dua partai tandang pertama. Namun, di Atlanta, Hawks sukses memenangi dua partai kandang.
Kedua tim bertukar kemeÂnangÂan setelah itu hingga perÂtandingan ketujuh di kandang Boston yang akhirnya dimenangi Celtics.
Perjuangan Hawks menunjukkan rekor kekalahan di fase reguler tidak bisa dijadikan ukuran timnya akan kalah dengan mudah.
Bagi guard Nets, Jarret Jack, play-off merupakan sebuah arena besar yang sama sekali berbeda jika dibandingkan dengan fase reguler. Ia percaya segala sesuatu yang tidak mungkin dapat terjadi di babak play-off.
“Kami harus bermain dengan baik dan mampu meÂngemÂbangkan permainan. Mengatur tempo, menguasai rebound, dan mencuri angka dari mereka,†kata pelatih Nets, Lionel Hollins, soal pertandingan babak pertama melawan Hawks. (AP/Yahoosport/SI.com/R-2)